Sang Kupu-Kupu Malam
Ada kemarahan yang tersembunyi, perasaan yang mulai tumbuh seiring waktu.
Pernah suatu malam, seorang pria—berbeda dari yang lainnya—datang kepadanya. Pria ini tidak terburu-buru, tidak terobsesi dengan tubuhnya. Ia hanya duduk di depan Elora, menatapnya dengan mata yang tak terbaca, namun tampak berbeda dari para pria lain yang hanya menginginkan kepuasan sekejap.
“Aku tidak ingin apa-apa darimu,” kata pria itu dengan suara lembut, hampir seperti sebuah rahasia. “Aku hanya ingin mendengarkanmu, jika kamu mau bicara.”
Capítulos em Alta