Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

Bahkan Wang Yuan yang selama ini hidup dengan nilai-nilai Buddha dan selalu berusaha menjaga kesabaran, wajahnya pun menjadi merah karena marah. Di tengah keheningan itu, akhirnya Lu Xiao membuka mulutnya. Dia mengambil cangkir anggur dan mengarahkannya ke arah bulan. "Bulan hari ini sangat indah." Dia mengangkat cangkir ke arah langit tinggi. "Aku ingin mengundang bulan untuk minum bersama aku di tepi sungai." Dia mengangkat tangan. Anggur Du Kang yang harum mengalir seperti aliran kecil dan masuk ke perutnya. Angin musim gugur seperti air yang tenang, bulan dingin bersinar tinggi di langit.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Sementara itu, Pande Bungkus yang selalu ingin terlibat pembicaraan dengan kedua gadis cantik itu menyela kata kembali, "Ratu Rangsang Madu terkena Racun Bulan Madu? Wah, pas itu! Cocok sekali dengan namanya!" "Bulan madu bukan berarti madu yang harus diminum oieh sang rembulan!" gerutu Pesona Indah dengan cemberut jengkel kepada Pande Bungkus. Anak muda itu hanya menghindari tatapan mata sambil terkikik pelan. Pesona Indah yang diam-diam sering mencuri pandang terhadap ketampanan Pande Bungkus itu segera mengulum senyum dalam kecemberutannya.
1028.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 970 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesona Bos

Terjebak Pesona Bos

jelasnya meregangkakn kedua tangannya. “gleggg” aku telan ludah sendiri melihat dua gunung yang bergetar. “view pemandangnnya bagusan mana, di luar apa disini?” bella sengaja menggeliatkan badannya sampai seolah buah dadanya mau lompat keluar.dan sedikit ada putting yang mengintip “itu lah, bukit kembar di tengah rembulan” bella jalan mendekatiku sambil merangkul leher dan mencium bibirku,
1021.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 554 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Demon Emperor

Demon Emperor

Itu di lakukan sebulan sekali di saat bulan purnama. Kenapa bulan Purnama, karena bulan Purnana itu saat bulan sedang mekar pada puncaknya. Jadi orang-orang desa nengucap syukur dan berterima kasih pada Penguasa Pegunungan Yin Wu, karena selama ini mereka diberi tanah yang subur, air yang berlimpah, sumber daya yang tidak pernah habis. Kayu yang tidak pernah lapuk, dan dilindungi dari orang luar.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Rembulan di Langit Kinanah

Rembulan di Langit Kinanah

Zea balas menatapnya dengan tatapan jahil. *** Gemercik hujan masih terdengar di luar sana. Di tengah kegelapan malam, samar-samar terlihat dedaunan pohon yang basah karena air hujan telah mengguyur tanah Magelang sejak siang tadi. Di depan meja rias, Zea tengah duduk menatap diri sembari mendengar suara gemercik hujan yang masih turun.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Tapi di sudut hatiku yang lain, ada rasa penasaran dengan semua perkataan pria renta ini. "Karena ini masih bulan suro." Aku langsung berdecak kesal mendengar jawabannya. Lagi-lagi bulan suro. "Kau akan bisa pergi kalau seluruh tumbal sudah terpenuhi. Itu pun kalau kau selamat," ujarnya sembari terkekeh, lalu pergi begitu saja masuk ke jalan setapak yang berada di sisi kiri jalan.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Padahal kalau dia terbangun dengan melihat kau tidak memakai selembar benang pun seperti ini…, aku jadi berpikir apa Mas Bayu tidak menginginkan aku. “Ketika Mas Bayu bangun kamu sudah tertidur sayang,” sangkal Mas Bayu. “Mas tahu kamu pasti kelelahan setelah seharian kemarin menerima tamu undangan, tidak tega rasanya bangunin kamu, tapi tidak apa-apa sayang, berjuta malam-malam panjang masih menanti kita dan kamu tahu sayang? Kita akan pergi untuk berbulan madu,” sambungnya lagi.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Rindu yang Terluka

Rindu yang Terluka

RINDU YANG TERLUKA - Dari Hati ke Hati Daffa memberikan hadiah kecupan berulang. Sudah tidak sabar rasanya menuntaskan rindu yang hampir dua bulan ini membelenggu. "Makasih banyak untuk buket dan coklatnya, Mas," ucap Rinjani sambil mencium aroma wangi dari bunga Peony.
9.9189.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

Ada kemarahan yang tersembunyi, perasaan yang mulai tumbuh seiring waktu. Pernah suatu malam, seorang pria—berbeda dari yang lainnya—datang kepadanya. Pria ini tidak terburu-buru, tidak terobsesi dengan tubuhnya. Ia hanya duduk di depan Elora, menatapnya dengan mata yang tak terbaca, namun tampak berbeda dari para pria lain yang hanya menginginkan kepuasan sekejap. “Aku tidak ingin apa-apa darimu,” kata pria itu dengan suara lembut, hampir seperti sebuah rahasia. “Aku hanya ingin mendengarkanmu, jika kamu mau bicara.”
844 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Muncratlah semburan cairan kental hangat membasahi paha mulus anak pejabat tersebut. "Pusaka ini sebenarnya masih butuh tiga betina lagi untuk ditaklukkan sampai tunduk. Tapi gara-gara perutku meronta kelaparan, aku terpaksa menuruti ajakanmu memburu daging. Kita kembali ke sarang sekarang, Betina Kacamata."
9.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status