Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai

Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai

“…mereka pasti memiliki informasi yang sama dengan kita.” Aku menatap horizon yang mulai terang. Langit berubah menjadi abu-abu keperakan. Awan tebal menggantung rendah di udara seperti tirai raksasa. Perasaan tidak nyaman perlahan muncul di dadaku.
107.9K viewsOngoingAdded to Library 300 Times as putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Reinkarnasi Dewa Perang

Reinkarnasi Dewa Perang

serunya sebelum berlari mengikuti Angkara. Begitu keduanya melangkah keluar dari rumah roti itu, udara malam segera menyambut. Langit dunia bawah tampak muram, bukan hitam seperti langit malam di dunia atas, melainkan abu-abu pekat seperti lapisan asap tebal yang menyelimuti seluruh kota. Cahaya lampu-lampu jalan yang redup hanya menambah kesan suram pada pemandangan tersebut.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 176 Times as putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Diary Langit

Diary Langit

Toleransi adalah langkah terbaik untuk mengolah perbedaan menjadi indah. Pandangan Luna tertuju pada semua kesibukan yang ada di depan matanya, ada sinar kebahagian yang terpancar di sepasang mata indahnya. Ketenangan mengalir di seluruh pembuluh darahnya, dia menyelami hatinya sendiri. Di mana dia menemukan pengertian, keikhlasan, dan kasih sayang. Untuk sesaat menyandarkan hatinya yang rapuh. "Hai Luna, kau masih di sini?" Sapa seseorang dari belakangnya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

“Andai, hidup ini mirip secangkir teh manis yang kaubuat Langit.” Langit menaikkan alisnya sebelah, menikmati wajah wanita yang ia puja dalam diam. “Maksud Mbak?” “Ah, sudahlah lupakan! Aku hanya berandai-andai hidup itu manis kayak teh manis. Gak tawar dan pahit kayak kopi.” Langit terkekeh mendengar gumaman Tania setengah melamun. “Mbak, mau sarapan apa?”
10147.0K viewsCompletedAdded to Library 5.4K Times as putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Langit Merah

Langit Merah

Apa membunuh itu sama dengan mencari makan? Fiona mengerutkan keningnya dengan wajah yang masih tertekan. Ia bergumam pelan, "Mungkin memang sama. Mungkin ini sama seperti mengalahkan binatang buas yang menyerang kita saat berada di hutan lebat untuk mencari makanan. Entah binatang itu tengah mencari makan juga atau tidak."
102.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Penyintas

Penyintas

“Hm? Ada dong.. ada biru langit, biru dongker..” “Berarti ada merah langit, merah dongker?” “Haha! Gaada merah langit, sayang..” “Kenapa ga ada?” “Karena langit itu warna biru..” “Langit itu sebenernya apa?” “Langit itu, ya… langit! Ahahaha..!” Mendengar jawaban itu, Visera menunjukkan wajah kusutnya. “Su-susah dijelasinnya sih! Harus liat langsung…” Kali ini wajahnya langsung berubah seratus delapan puluh derajat.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Yess! Kami berdua naik ke atap melihat langit kota Jakarta yang cenderung tertutup kabut. Begitu tiba di atas, aku memandang takjub ke arah langit yang kini tampak jelas memperlihatkan rona biru. “Wah, langit hari ini biru banget, In,” seruku mendongakkan sedikit kepala sambil terus melangkah menuju bangku.
1010.6K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

bisakah kita hidup dalam keadaan putih lagi? Merasa sulit menjelaskan bagian ini, aku menggambarkan keadaan sementara di semesta keenam... Bangau-Bangau Unyu. Jika ingin tahu arti kebebasan tanpa lupa kekeluargaan, maka tanyakan lah pada kawanan bangau-bangau unyu di langit sore. Ada satu atau dua di antara mereka, bisa saja memilih diam dan menikmati barisan. Beberapa yang lain sibuk menerapkan cara memahami satu sama lain di udara. Berkali-kali pun mereka berjalan pada kaki angin tanpa kehilangan kepercayaan satu sama lain.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

“Tidak, kau gila! Itu sia-sia.” “Ke ibu kota!” Tubuhnya melesat menuruni bukit itu. Dari jauh hanya tampak sebuah bayangan putih yang terbang. Memang luar biasa sekali ilmu meingankan tubuh Long Wei yang bernama Bangau Terbang. Tubuhnya seolah menjadi seringan bulu sehingga bisa bergerak cepat sekali. *** “Entah berapa ribu terima kasih harus kusampaikan padamu.”
102.9K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

“Orang gaje.” Langit tertawa. Ia ikut memandang laut di hadapannya. Kini, gantian Biru yang menatap Langit di sebelahnya. Sebenarnya benar kata Langit. Laut memang indah, tapi langit lebih indah. Terutama Langit di sebelahnya. Rambut hitamnya yang diacak-acak angin laut, dengan netra hitam yang disinari cahaya matahari, seperti sebuah malam yang gelap, tapi penuh dengan bintang. Hidung mancung yang sebenarnya membuar Biru gemas. Langit di sebelahnya adalah definisi keindahan dalam bentuk manusia. Tuhan, jantungnya berdetak kencang lagi.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status