Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Suara dari Awal Dunia Langit malam itu bukan seperti langit biasa. Ia bukan langit yang sekadar membentang, tapi langit yang mengintip kembali ke asalnya. Tidak ada bintang. Tidak ada bulan. Hanya riak-riak cahaya yang menulis dan menghapus dirinya sendiri dalam gulita.
2.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 95 Beses bilang putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
10 Years Ago

10 Years Ago

Apakah nanti akan hujan? Andin merasa ada suatu ikatan antara dirinya dan langit. Iya, langit itu seolah menggambarkan apa yang Andin rasakan saat ini. Harapannya pupus. Kehidupan nyata telah berganti nuansa menjadi monokrom, hitam dan putih. Semua spektrum warna telah hilang. Lenyap seperti dihisap lubang hitam. ✈✈✈
1015.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 553 Beses bilang putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

Air matanya jatuh tanpa suara. “Dan aku akan menunggumu, Ardi…” bisiknya. “Apa pun yang terjadi.” Malam itu turun perlahan seperti tirai tebal yang menutup dunia. Langit memantulkan warna abu-abu tua; langit yang tak lagi biru, seolah ikut berduka atas apa yang telah terjadi.
10926 viewsOngoingIdinagdag sa Library 36 Beses bilang putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
The Time Replayers

The Time Replayers

aku menunjuk langit senja. “Hmmm,” pandangan mata Starla mengikuti tanganku. “Senja hari sehabis hujan, pemandangan yang sangat sayang untuk dilewatkan. Orang barat menyebutnya ‘vanilla sky’.” “Kenapa vanilla?” “Entahlah, istilah itu kupikir karena langit senja usai hujan nampak seperti vanilla. Langit berawan yang ditingkahi sinar matahari senja yang menyebar. Pemandangan yang seperti mimpi, aku bisa berlama-lama menikmatinya.”
106.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 246 Beses bilang putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

Kabut pagi masih menggantung di atap-atap istana, menetes menjadi butiran embun di ujung daun plum. Langit tampak seperti lukisan tinta abu-abu yang dibentangkan di atas istana. Tenang, tapi menyimpan badai di baliknya.
1010.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 390 Beses bilang putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Bukan Pengasuh Biasa

Bukan Pengasuh Biasa

ujar Jingga. Cesss! Langit menyalakan korek api dan membakar rokok yang sejak tadi di tangannya. "Tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Pun sama dengan bintang itu, dibalik awan yang gelap itu ada ribuan bintang," jawab Langit. Pffuh! Langit membuang asap putih dari mulutnya dan disambut oleh angin sehingga asap itu menghilang tanpa sisa.
109.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 208 Beses bilang putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
lantai tiga belas

lantai tiga belas

“Ini bukan tentang tempat. Ini tentang siapa yang hidup… dan siapa yang sudah ditandai.” Langit bergemuruh. Awan hitam menggulung seperti pusaran. Dan dari pusaran itu—turun hujan. Tapi bukan air. Hujan abu. Debu kelabu menutupi rumput, jalanan, hingga kulit tangan Fara. Rasanya dingin… dan hidup. Seperti ada napas di setiap butirnya. Tiba-tiba, salah satu anak kecil yang tak berwajah berhenti di depan Sinta.
1.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 42 Beses bilang putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Legenda Sang Genius Immortal

Legenda Sang Genius Immortal

Fajar merangkak lambat dari balik selimut kabut, mencoret langit dengan sapuan abu-abu keperakan yang nyaris tanpa warna. Dunia di luar pondok kecil itu tampak beku, seolah segala hiruk-pikuk telah dihapuskan, meninggalkan hanya keheningan yang menggantung berat di udara.
103.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Tapi kekacauan realitas. Langit di atas Ibukota Runtuh tidak lagi hitam berbintang. Langit itu... rusak. Warnanya abu-abu statis seperti televisi yang kehilangan sinyal (white noise), berkedip-kedip menyakitkan mata. Gravitasi juga mabuk. Puing-puing bangunan tidak jatuh ke tanah, melainkan melayang perlahan seolah berada di dalam air. "Kak Rania! Kak Darrius!"
1023.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 551 Beses bilang putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
TULANG SUCI NAGA ABADI

TULANG SUCI NAGA ABADI

Bahkan dedaunan pun tak berani bergesekan. Langit yang semula hanya suram... berubah. Tanpa hujan. Tanpa angin. Tapi langit perlahan memucat. Kabut abu-abu jatuh dari langit, bukan seperti kabut musim, melainkan seperti sapuan kuas pelukis yang mengganti warna langit dengan gradasi spiritual yang tak berasal dari alam biasa. Sha Bu yang tengah berdiri di sisi barat, bersandar pada batang pohon raksasa, menyipitkan matanya. Dadanya naik turun perlahan, matanya tajam.
1015.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 562 Beses bilang putih abu abu bagaikan langit
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status