Cincin Pemikat Jodoh
Memandang permata itu membuatnya merasa berhadapan langsung dengan arwah pengantin wanita.
“Jangan marah, ya. Mbak sama Masnya, ‘kan, udah tenang di alam sana. Kalian enggak butuh lagi sama benda duniawi kayak gini. Nah, daripada enggak terpakai dan jadi barang rongsokan, mending saya yang pakai, ‘kan?” pungkasnya. Ditutup dengan cengirang lebar, seolah mengajak pemilik cincin bercanda dengan bujukannya.
Selesai dengan perizinan sepihak, Gami pun menyematkan cincin di jari manis kiri. Dengan gerakan teramat pelan dan mata yang terus menyorot cermin, Gami menyaksikan sendiri perubahan visualnya.
Hot Chapters