Istri Dadakan Sang Presdir
Dari sana, lembah hijau terbentang, dihiasi kabut tipis sore yang mulai turun.
Sekar berdiri di ambang pintu, matanya menyapu sekeliling. Rasanya asing, sekaligus menenangkan. Villa ini tidak bising. Hanya ada suara jangkrik, semilir angin, dan sesekali kicauan burung. “Tempat ini...” gumamnya lirih, “...seperti terpisah dari dunia luar.”
Ethan meletakkan koper kecil di sudut ruangan. “Aku ingin kamu merasa aman di sini. Tidak ada siapa pun yang bisa mengganggumu. Dan disini, tempatku merenung.”
Hot Chapters