Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati
Tempat itu terlalu tenang dan ditata terlalu sempurna, seperti jebakan yang dirancang untuk menurunkan rasa waspadanya.
Hardy mengangkat tangan dengan gerakan ramah, seolah-olah ingin memancarkan kehangatan. "Lihatlah ke sekeliling, bukannya pemandangan ini menenangkan? Nggak ada suara bising seperti di kota dan nggak ada mata media yang mengintai, hanya kita ... dan pohon-pohon pinus."
Dimas melirik keluar melalui dinding kaca itu, lalu kembali menoleh ke arah Hardy dan tersenyum tipis. "Tenang, ya. Tapi, kadang-kadang ketenangan hanya menyembunyikan badai."