BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA
“Iya, Dib. Nggak usah kaget. Ibu katanya juga masak enak. Alhamdulillah, rejeki kamu, Dib. Kita makan dulu nggak apa-apa, ya?”
“Aku belum mandi tapi, Mas. Nggak apa-apa, nih?”
“Nggak mandi aja masih cantik dan wangi, kok.” Aku berucap sambil menaruh sepatu ke rak kaca.
“Ah, bisa aja kamu, Mas!” Terdengar kalau Adiba jadi malu-malu karena kupuji terus.
“Ayo,” ajakku sambil berjalan mendatanginya. Tanpa ragu, kurangkul tubuh Adiba. Agak erat rangkulan itu kulayangkan.
Hot Chapters