Kelir Getih (Layar Berdarah)
“Duka lara tan kinira, amung mangsa dening raga,
Jiwa mulya kinunci, dening bandha lan kursi.
Sang Kurawa tan mawas, angkara murka tan wus,
Ingaran adil tan adil, amung pamrih ing bathil.”
Raka mengernyitkan dahi. “Kesedihan yang tak terhingga, hanya melahap raga … Jiwa mulia terkunci, oleh harta dan kekuasaan …” Ia mengulang baris-baris tersebut, merasakan getaran dingin menjalar di tulang punggungnya. Ini bukan sekadar deskripsi kejahatan. Ini adalah ratapan, sebuah sumpah serapah yang disamarkan dalam keindahan bahasa Jawa Kuno.
ตอนยอดนิยม