Rumah Ramaria
Kulihat Maria juga sedikit lesu dan cemberut, ikut menenangkan Caca yang keluar air matanya.
Aku akan sangat rindu mereka semua. Fadhil mengajak kami semua pelukan berempat.
“It’s okay ya guys, I’ll be back as you guys lecturer,” kataku sombong.
Kami semua tertawa.
“Ngomong-ngomong Maria kan kos-nya searah Rama, balik bareng aja ya, jangan sendirian lho,” kata Fadhil, menyenggol Rama.
“Iya, jangan balik sendirian. Kamu bareng Rama ya.. Kamu bawa motor, Ram?” tanya Caca.
ตอนยอดนิยม