Romansa Rapshodi
jelasku mengatakan tujuanku bertemu dengannya.
“Sama-sama, aku senang kamu menyukainya.”
“Danastri, ayo berkeliling dulu. Kamu pasti akan menyukainya,” ajaknya dan ku smabut dengan senang.
Raden Kaningrat mengajakku berkeliling selagi berada di taman menikmati bunga-bunga yang ada di sini, tidak lupa dirinya menjelaskan tumbuhan apa saja yang ditanam di sini, aku seperti mendapat pemandu tempat bersejarah. Tiba-tiba saja tangan Raden Kaningrat menyematkan bunga mawar di telingaku dan dia mengatakan aku sangat cantik dengan bunga itu. Degup jantungku berpacu dengan cepat seakan sulit untuk mengaturnya, dan aku menyadarinya setelah tangan Raden Kaningrat menggenggam tanganku. Pikiranku sekaran
Hot Chapters