Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAAF

MAAF

Dengan naik angkot sebentar saja, mereka suah sampai di mall yang diingini karena kampus yang terletak di tengah kota memudahkan semuanya. “Ini bagus gak?” Ratih mengambil jaket berwarna ungu dan menempelkannya di tubuhnya. “Jangan ah, coba hijau itu, atau kuning ini.” Yuni ikut mengambil jaket berbahan benang dan dirajut dengan rapi itu, meski Ratih tadi ingin membeli tas, tidak salah kan jika mencoba jaket sebentar.
103.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai real masjid
Baca
+Pustaka
Mistery of Life : Daffa Albana

Mistery of Life : Daffa Albana

Masjid Azizi diresmikan sendiri oleh Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dan peringatan perubahan Kerajaan menjadi kesultanan Langkat pada tanggal 12 Rabiul Awal 1320H (13 Juni 1902 M) menghabiskan dana sekitar 200,000 Ringgit, dan dinamai Masjid Azizi sesuai dengan nama Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah. Masjid Azizi bercorak campuran Timur Tengah dan India dengan banyak kubah. Daya tampung sekitar 2.000 jamma’ah sekaligus. Bangunan induk berukuran 25 × 25 m dan tinggi ± 30 m. Ketiga sisi masjid dilengkapi dengan serambi masing masing di sisi timur, utara dan selatan, masing masing serambi ini berhubungan langsung dengan koridor di
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai real masjid
Baca
+Pustaka
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Pantas kakinya mulai terasa kram dan kesemutan. Kini Yura mulai melangkah ke dalam masjid itu. Masjid ini memang terlihat seperti sebuah ruko dari luar, tapi jika sudah masuk ke dalam tempatnya cukup luas. Perlahan dia membuka masker di wajahnya saat dia duduk di barisan ujung paling belakang. Di mana di hadapannya terlihat beberapa wanita muslim sedang memulai ibadah mereka. "Permisi nona? Apa anda mau shalat juga? Mukenanya di sana ya," sapa seorang ibu berparas manis yang tersenyum ramah pada Yura.
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 609 kali sebagai real masjid
Baca
+Pustaka
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

“Kalau sewa tempatnya murah, kayaknya cukup, Dek,“ kata Mas Hasan setelah agak lama berpikir. “Nah makanya kita cari dulu tempat yang strategis tapi murah,“ sahutku. Mas Hasan mangut-mangut. “Yasudah, nanti sore kita jalan-jalan. Mumpung Mas libur,“ katanya. Pekerjaan sebagai marbot memang tak ada libur khusus. Mas Hasan dan rekan-rekannya, harus bergantian libur supaya masjid tidak terbengkalai. ** Bakda dzuhur, Khalid bangun. Dia langsung berhambur ke pelukan Mas Hasan. Sedari malam Khalid memang menanyakan Abbanya hingga saat bangun pagi pun ia menangis mencari Mas Hasan Mas Hasan mengajaknya ke masjid. Sementara aku mulai menanak nasi dan membuat cemilan. Untuk lauknya, Mas Hasan membawa
1017.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai real masjid
Baca
+Pustaka
Pura-pura Menikahi Tuan Presdir

Pura-pura Menikahi Tuan Presdir

"Mari, kita duduk dulu. Mau pilih dekat mimbar tapi lesehan, atau di kantor kami yang ada meja kursinya?" "Lesehan aja nggak apa, Pak. Bolehkah?" "Tentu saja boleh, Pak Reinhard. Mari." Aku mengikuti langkah Pak Dede masuk ke dalam ruang utama masjid. Karpetnya tebal, lembut, dan bersih. Tidak seperti bayanganku selama ini tentang masjid yang lembab dan tidak terawat. "Apa yang bisa saya bantu, Pak Reinhard?" tanya Pak Dede saat kami telah duduk berhadapan.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai real masjid
Baca
+Pustaka
Pelabuhan Cinta Sang Perwira

Pelabuhan Cinta Sang Perwira

Masjid ini dinobatkan menjadi masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Masjid yang dirancang bergaya Maroko ini tampak mewah dengan lapisan batu pualam putih. Tak hanya itu, masjid ini juga memiliki kubah-kubah khas Ottoman sebanyak 82 kubah. Dalam Guinness Book of World Records, masjid ini meraih tiga rekor yaitu masjid dengan karpet terluas, lampu gantung terbesar dan kubah terbesar. Dari sini, mereka menuju hotel untuk check in dan beristirahat.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai real masjid
Baca
+Pustaka
Aku, istri kedua

Aku, istri kedua

Senyum Mas Zul tampak terus merekah, ini seperti bulan madu untuk kita, meskipun nyatanya Mas Zul mengurus pekerjaan di sini. Aku melihat bangunan bersejarah itu, bangunan yang tampak megah dengan ukiran-ukiran yang begitu indah, menara menjulang tinggi di depan masjid tersebut. Di sebelah kirinya terdapat tempat wudhu yang begitu luas bagi wanita, dan di sisi kanannya ada museum peninggalan – peninggalan jaman tersebut.
1019.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai real masjid
Baca
+Pustaka
180 Hari Menuju Akad

180 Hari Menuju Akad

"Sayang, mau salat di mana, Nak?" "Bella ingin sekali pergi mengunjungi mesjid. Rasanya sudah lama sekali kita tidak mendatangi rumah Allah, Pa," ucap Bella lembut. Bella merasa sangat rindu sekali untuk mendatangi rumah Allah, rumah untuk beribadah dan berjumpa dengan sang pencipta. "Sayang, tapi mesjid tidak ada di rumah sakit ini, yang ada musala. bagaimana kalau kita salat di musala dulu, Nak?" bujuk papa Herman.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai real masjid
Baca
+Pustaka
Menikahlah, Mas!

Menikahlah, Mas!

Haura Zahra, dipaksa menerima takdir pahit. Ia harus menikah dengan Bara Aditama, pria yang seharusnya menjadi adik iparnya. Di bawah bayang-bayang kewajiban keluarga, Haura pasrah, tak kuasa menolak. Bara mengakui bahwa hatinya tak pernah untuk Haura. Ia telah terikat janji suci dengan wanita lain, Hana, yang mengaku sedang sakit keras. Haura dengan besar hati mengizinkan Bara menikah lagi. Kebohongan demi kebohongan terungkap, menguak tabir gelap sebuah cinta yang terjalin dalam kepalsuan. Siapakah sebenarnya Hana? Haura pun terperangkap dalam pusaran intrik keluarga yang rumit. Bisakah ia bertahan dan menemukan kebahagiaan sejati di tengah badai kehidupan?
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai real masjid
Baca
+Pustaka
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

timpal Praja. Sejujurnya Matari jarang pergi atau melintas ke area itu lagi. Seumur-umur dia menginjakkan kaki di sana dulu karena Arai. Terlebih lagi sebentar lagi adalah ujian kenaikan kelas, tentunya dia tak update dengan berita tersebut. “Bakalan dibikin apa sih?” tanya Ayla. “Denger-denger sih masjid. Mushola sekolah kita kan kecil banget. Kalo kegiatan keagamaan akbar aja pake lapangan,” jawab Hafis.
12.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai real masjid
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status