BUKAN MENANTU KAYA
“Kalau sewa tempatnya murah, kayaknya cukup, Dek,“ kata Mas Hasan setelah agak lama berpikir.
“Nah makanya kita cari dulu tempat yang strategis tapi murah,“ sahutku. Mas Hasan mangut-mangut.
“Yasudah, nanti sore kita jalan-jalan. Mumpung Mas libur,“ katanya.
Pekerjaan sebagai marbot memang tak ada libur khusus. Mas Hasan dan rekan-rekannya, harus bergantian libur supaya masjid tidak terbengkalai.
**
Bakda dzuhur, Khalid bangun. Dia langsung berhambur ke pelukan Mas Hasan. Sedari malam Khalid memang menanyakan Abbanya hingga saat bangun pagi pun ia menangis mencari Mas Hasan
Mas Hasan mengajaknya ke masjid. Sementara aku mulai menanak nasi dan membuat cemilan. Untuk lauknya, Mas Hasan membawa
Sikat na Kabanata