Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TERNODA DI MALAM PERTAMA

TERNODA DI MALAM PERTAMA

Ravi mengusap kepala adiknya itu. *** Hari kedua, Rimba baru tersadar. Tetesan embun dari pepohonan yang menjulang berjatuhan di wajahnya, terasa perih. Badannya lemah tak berdaya. Perlahan dia bangkit untuk duduk. Rasa haus begitu terasa.
1098.6K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as red day 1
Read
+Library
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Seakan sesuatu—atau *seseorang*—sedang mendekat. Red Prime menatap Elara untuk terakhir kalinya. “Jika aku mati... kalian harus jadi penerus. Dunia ini belum berakhir. Tapi waktu kalian... hampir habis.” Cahaya dari mesin memancar terang. Transfer selesai. Red Prime tersenyum tipis. Lalu tubuhnya meledak dalam cahaya. Laboratorium mulai runtuh. “LARI!” teriak Kaela.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as red day 1
Read
+Library
Red Room

Red Room

Dia tidak ingin Pamela bangun dari tidur siangnya tanpa dirinya. Tbc
9.818.2K viewsCompletedAdded to Library 417 Times as red day 1
Read
+Library
49 DAYS

49 DAYS

’’ “Aku tidak mau bermain sama Daddy lagi. Ed mau bermain sama Mom!’’ Rebecca tertawa kecil seketika melihat wajah kecewa Ethan yang kini juga sudah berdiri di sampingnya, ‘’Why? Edward tak suka bermain bersama Daddy ?’’ Edward mengangguk yakin, ‘’Aku lelah ! Sejak tadi tak ada satu bola pun yang masuk! Ed tak mau bermain lagi !’’ Rebecca tertawa lagi, lalu beralih memandang Ethan yang juga tengah memandang Edward lucu, ‘’Biarkan dia istirahat. Kau juga harus istirahat. Nanti setelah kalian makan siang, kalian boleh melanjutkan latihan lagi.’’
2.2K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as red day 1
Read
+Library
R.E.D Red Everlasting Dragon

R.E.D Red Everlasting Dragon

Rendy menghentikan kata-katanya dan menatap Dayana dengan dingin. Dayana sudah sangat ketakutan, di tambah dengan kata-kata dan tatapan itu, dia perlahan mundur ke belakang. Mencoba melihat wajah Rendy lagi, dan menyaksikan tatapan mata dingin ini, tiba-tiba Dayana merasakan jika seluruh tubuhnya menjadi lemah, dan pikirannya kosong. "Buk!" Dengan suara keras, Dayana jatuh ke lantai, dan pikiran tentang kata-kata "mati" terus bergema di kepalanya.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as red day 1
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sebuah keahlian yang sudah mahir dia kerjakan. Lantai putih dinodai oleh cairan merah kehitaman yang mengalir segar. Arya memukul-mukul dinding kaca. Ia sekarat. Kematian dilihatnya sudah begitu dekat. Di dalam sisa-sisa kesadarannya, hanya asma Tuhannya yang dibisikkan. Lalu oksigen perlahan kehilangan tumpangan untuk menuju otak. ***
1.4K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as red day 1
Read
+Library
Thirty Days

Thirty Days

Kali ini mengenai tulang hidung Darwin, seketika cairan kental berwarna merah keluar dari rongga hidungnya; Darwin mimisan. Tanpa menunggu lama Nohan kembali memukulnya. Bugh... Kali ini Nohan berhasil memukul sisi kanan wajah Darwin. "Kau harus lenyap hari ini, Darwin!" tegas Nohan dan kembali memukuli Darwin. Nohan bangkit dari posisinya, ia ingin menendang Darwin, ia ingin Darwin tahu bagaimana rasanya ditendang di bagian perut. "Kau tidak akan bisa melenyapkanku, Nohan!" kata Darwin lirih, ia sudah kehilangan banyak tenaga.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as red day 1
Read
+Library
Noda Merah Malam Pertama

Noda Merah Malam Pertama

bab 91 Malam ini terasa singkat bagi dua insan yang tengah dimabuk asmara. Keringat mengucur dari tubuh mereka, terlihat berkilat-kilat di terpa cahaya lampu kamar yang temaram. Ravin menuntaskan semua kerinduannya malam ini, keinginan yang tertunda sejak ia kembali menemukan Rayna. Keinginan yang ditahannya, meskipun Bram selalu menggoda, memanas-manasinya untuk melakukan hal serupa seperti yang kini ia lakukan terhadap Rayna.
9.868.5K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as red day 1
Read
+Library
Suatu Hari di The Rio Grande

Suatu Hari di The Rio Grande

“Selama ini aku terus mengeluh tentang masalahku padamu, tapi kau tak pernah mengungkapkan perasaan atau masalahmu padaku.” “Benarkah? Aku selalu mengungkapkan apapun sejujurnya padamu.” Kepala Mia miring sedikit. “Kapan?” “Selalu, Mia. Setiap hari,” tukas pemuda itu sambil berdiri. “Kau saja yang tidak menyadarinya. Nah, kalau kau memang ingin menjadi pekerja di sini, kita harus mulai bekerja keras sejak pagi! Tapi pertama- tama kita harus menemui Papaku dulu.”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as red day 1
Read
+Library
Dia

Dia

Oh, lampu merah! Lea langsung duduk tegak dan memukul-mukul punggung Argan gregetan tanpa memperdulikan tatapan pengendara lain, "Lo tuh, kalau mau mati, mati aja sendiri! Jangan ngajak gue! Gue masih mau ngerasain nikah dan punya anak! Ih-" "Rumah dimana?" potong Argan tanpa menoleh. Lea jadi bingung, ini orang ngomong sama siapa sebenarnya?
102.6K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as red day 1
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status