Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Rasa yang hilang. Hari yang tak akan berulang. Mentari yang juga enggan kembali bersulang. Masa-masa yang dirasanya begitu panjang. Berlalu hanya untuk menambah nganga luka yang terus-terusan meradang. Semakin dieja, semakin menyesakkan untuk dikenang. Pernah ia mencoba untuk berdamai dan mempersilakan siapa pun untuk datang. Tapi ia ternyata selalu kalah oleh gumpalan luka yang kekal bersarang. Ia pernah berjuang untuk melawan dendam yang mengekang, tapi ketakutan tiba-tiba ikut bertandang. Sebanyak apa pun dirinya berusaha, lagi-lagi langit tetap memilih petang, membungkam gemintang.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as remnants of despair
Read
+Library
Forever Hours

Forever Hours

"Love you now, tomorrow, and forever hours that we can." — [ forever hours - t h e e n d ] —
3.2K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as remnants of despair
Read
+Library
Istriku Hanya di Atas Kertas

Istriku Hanya di Atas Kertas

Dunia di bawah mungkin sedang menuduh mereka, tapi di menara itu, hanya ada satu kenyataan: mereka adalah satu-satunya yang tersisa untuk melawan kegelapan yang tersisa. “Semua sinyal dari basis tim Eropa hilang,” kata Daniel dari komunikasi nirkabel di telinga mereka. “The Remnant terakhir muncul di orbit bawah. Aku tak tahu apakah itu Leon atau hanya cangkangnya yang tersisa.” Aurora memejamkan mata, menahan gemuruh dalam dadanya. “Kalau itu Leon… aku harus naik ke atas sendiri.” Rayden langsung menoleh tajam. “Tidak mungkin. Kau tahu betapa berbahayanya sisa sistem itu. Ia bisa menjebakmu seperti dulu Alan menjebakmu di bawah Elbrus.”
946 viewsCompletedAdded to Library 25 Times as remnants of despair
Read
+Library
Mengemis Malam Pertama

Mengemis Malam Pertama

Wanita aneh itu kembali meneguk minumannya, tak peduli minuman itu menyembur membasahi wajahnya. "Hei, kenapa kau diam saja? Kau sangat sombong." Wanita itu menyipitkan matanya. "Kau tau? Ayahku baru saja masuk penjara karena menyelundupkan narkoba, ibuku baru saja dikremasi karena mati bunuh diri, adikku gila karena ditinggalkan kekasihnya dalam ke adaan hamil lima bulan, dan aku? Di sini memandang bintang yang indah, lebih menderita mana dirimu atau diriku?"
1029.3K viewsCompletedAdded to Library 850 Times as remnants of despair
Read
+Library
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Dia langsung menarik Dave, menyeretnya ke depan cermin kamar mandi, dan memercikkan air dingin ke wajahnya. "Lihatlah dirimu sekarang! Di antara cucu Keluarga Diego, kamu yang paling parah!" Dave dengan kaku mengangkat kepalanya, menatap dirinya sendiri di cermin. Pria di cermin tampak memiliki pipi cekung, mata kosong, seperti mayat hidup, dan seluruh tubuhnya memancarkan aura suram. Selama waktu dia kehilangan Sheila, dia memang hidup seperti bukan manusia.
36.0K viewsCompletedAdded to Library 719 Times as remnants of despair
Read
+Library
Remorse

Remorse

gumamnya dengan tangan yang mengembalikan fitur minigram kelayar utama. “Bikin malu aja, sih.” Lagi-lagi bibirnya bertaut kesal menanggapi apa yang tengah terjadi. Setelah mendiami benda itu beberapa saat, kini Nadya kembali meraihnya. Tapi bukan untuk membalas pesan sebelumnya, ia hanya ingin mengunggah sesuatu diakun pribadinya. Dya_Apriliaaa Kamu sangat sempurna, hingga aku merasa malu mencintaimu_.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 74 Times as remnants of despair
Read
+Library
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

tanya Malakor, tatapannya kini sedingin es, sangat mirip dengan Arka saat sedang merencanakan penghancuran musuhnya. Mereka sudah di sini, Tuan Muda, jawab Arion sambil menunjuk ke arah jendela. Di luar sana, di langit Jakarta, titik-titik cahaya merah mulai bermunculan kembali. Kehancuran gudang tua semalam ternyata memicu aktivasi sel-sel tidur The Remnants di seluruh dunia. Mereka tahu Malakor sudah bangun, dan mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkan darahnya.
10846 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as remnants of despair
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

Benar, disana terlihat sebuah kaki berlumuran darah dan lantai yang dibanjiri oleh darah. Wajah Speranza mendadak pucat melihat semua itu. Dia mengembalikan handphone Byakta dengan kasar. "Mengapa wajahmu sangat pucat?" tanya Yasa khawatir. Speranza menggeleng. "Aku merasa mual melihat foto itu. Aku harus pulang," kata Speranza dan berlari pergi meninggalkan ruangan Yasa.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as remnants of despair
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status