Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istriku Hanya di Atas Kertas

Istriku Hanya di Atas Kertas

Dunia di bawah mungkin sedang menuduh mereka, tapi di menara itu, hanya ada satu kenyataan: mereka adalah satu-satunya yang tersisa untuk melawan kegelapan yang tersisa. “Semua sinyal dari basis tim Eropa hilang,” kata Daniel dari komunikasi nirkabel di telinga mereka. “The Remnant terakhir muncul di orbit bawah. Aku tak tahu apakah itu Leon atau hanya cangkangnya yang tersisa.” Aurora memejamkan mata, menahan gemuruh dalam dadanya. “Kalau itu Leon… aku harus naik ke atas sendiri.” Rayden langsung menoleh tajam. “Tidak mungkin. Kau tahu betapa berbahayanya sisa sistem itu. Ia bisa menjebakmu seperti dulu Alan menjebakmu di bawah Elbrus.”
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai remnants of despair
Baca
+Pustaka
Mengemis Malam Pertama

Mengemis Malam Pertama

Wanita aneh itu kembali meneguk minumannya, tak peduli minuman itu menyembur membasahi wajahnya. "Hei, kenapa kau diam saja? Kau sangat sombong." Wanita itu menyipitkan matanya. "Kau tau? Ayahku baru saja masuk penjara karena menyelundupkan narkoba, ibuku baru saja dikremasi karena mati bunuh diri, adikku gila karena ditinggalkan kekasihnya dalam ke adaan hamil lima bulan, dan aku? Di sini memandang bintang yang indah, lebih menderita mana dirimu atau diriku?"
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 856 kali sebagai remnants of despair
Baca
+Pustaka
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Dia langsung menarik Dave, menyeretnya ke depan cermin kamar mandi, dan memercikkan air dingin ke wajahnya. "Lihatlah dirimu sekarang! Di antara cucu Keluarga Diego, kamu yang paling parah!" Dave dengan kaku mengangkat kepalanya, menatap dirinya sendiri di cermin. Pria di cermin tampak memiliki pipi cekung, mata kosong, seperti mayat hidup, dan seluruh tubuhnya memancarkan aura suram. Selama waktu dia kehilangan Sheila, dia memang hidup seperti bukan manusia.
36.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai remnants of despair
Baca
+Pustaka
Remorse

Remorse

gumamnya dengan tangan yang mengembalikan fitur minigram kelayar utama. “Bikin malu aja, sih.” Lagi-lagi bibirnya bertaut kesal menanggapi apa yang tengah terjadi. Setelah mendiami benda itu beberapa saat, kini Nadya kembali meraihnya. Tapi bukan untuk membalas pesan sebelumnya, ia hanya ingin mengunggah sesuatu diakun pribadinya. Dya_Apriliaaa Kamu sangat sempurna, hingga aku merasa malu mencintaimu_.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai remnants of despair
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

tanya Malakor, tatapannya kini sedingin es, sangat mirip dengan Arka saat sedang merencanakan penghancuran musuhnya. Mereka sudah di sini, Tuan Muda, jawab Arion sambil menunjuk ke arah jendela. Di luar sana, di langit Jakarta, titik-titik cahaya merah mulai bermunculan kembali. Kehancuran gudang tua semalam ternyata memicu aktivasi sel-sel tidur The Remnants di seluruh dunia. Mereka tahu Malakor sudah bangun, dan mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkan darahnya.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai remnants of despair
Baca
+Pustaka
Shadow Rebellion

Shadow Rebellion

Tidak setelah semua yang telah hilang. Langit malam menyaksikannya berjalan menjauh, seorang pemuda yang patah tetapi tidak hancur, membawa tekad yang mulai menyala di tengah kehampaan. Alan kini bukan hanya seorang pelarian. Ia adalah bayangan dari kehancuran yang telah mereka ciptakan, dan ia akan kembali untuk menuntut balasan.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai remnants of despair
Baca
+Pustaka
Un-Desirable Marriage

Un-Desirable Marriage

Apalagi tentang ke mana larinya dana bank itu karena yang terdengar dari pengacaranya adalah bahwa Eternal Constructions bangkrut karena keringnya dana dan cash flow. Betapa geram hati Jose setiap mengingat tentang ini. Selain Fernando dan ayahnya malahan menghancurkan keberadaan Eternal Constructions setelah sang kakek bersusah payah menjadikan perusahaan itu kokoh dan memiliki nama terpandang, mereka juga sudah menggadaikan rumah yang menjadi satu-satunya saksi bahwa pernah ada kehidupan di dalam sana, pernah ada keberadaan kakek dan ibunya di sana.
9.928.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 715 kali sebagai remnants of despair
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

Benar, disana terlihat sebuah kaki berlumuran darah dan lantai yang dibanjiri oleh darah. Wajah Speranza mendadak pucat melihat semua itu. Dia mengembalikan handphone Byakta dengan kasar. "Mengapa wajahmu sangat pucat?" tanya Yasa khawatir. Speranza menggeleng. "Aku merasa mual melihat foto itu. Aku harus pulang," kata Speranza dan berlari pergi meninggalkan ruangan Yasa.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai remnants of despair
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Tubuhnya lemas seolah seluruh tulang-tulangnya telah berubah menjadi abu. "Aku cantik!" ulang Lisa. Namun, air matanya tetap mengalir dan mulai merusak riasannya dan menciptakan jalur hitam pekat di pipinya yang mulus. Cairan itu mengalir seperti lava dingin, membawa sisa-sisa maskara dan harga diri yang luruh bersama warna gelap tersebut. Ia memandang pecahan kaca yang berserakan di sekitarnya dengan tatapan kosong yang mengerikan. Masing-masing pecahan itu menampilkan fragmen wajahnya yang tak lagi utuh, membagi sosok Lisa menjadi ribuan bagian yang saling asing. Mengapa pujian dunia selama ini terasa begitu hampa jika hanya satu kalimat dari Jevan bisa menghancurkannya hingga tak bersisa?
856 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai remnants of despair
Baca
+Pustaka
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

Ia membakar rasa panik, cemburu, rasa bersalah, dan penyesalannya bersama ketebalan asap yang ia hirup dalam-dalam. *** Waktu bergulir tanpa belas kasihan. Cahaya sore yang temaram perlahan tenggelam, digantikan oleh pekatnya malam yang merayap turun. Lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu, memantulkan pendar keemasan di atas permukaan aspal yang mulai basah disiram gerimis tipis. Dua jam berlalu dalam keheningan yang menyiksa.
934 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai remnants of despair
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status