Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Tubuhnya lemas seolah seluruh tulang-tulangnya telah berubah menjadi abu. "Aku cantik!" ulang Lisa. Namun, air matanya tetap mengalir dan mulai merusak riasannya dan menciptakan jalur hitam pekat di pipinya yang mulus. Cairan itu mengalir seperti lava dingin, membawa sisa-sisa maskara dan harga diri yang luruh bersama warna gelap tersebut. Ia memandang pecahan kaca yang berserakan di sekitarnya dengan tatapan kosong yang mengerikan. Masing-masing pecahan itu menampilkan fragmen wajahnya yang tak lagi utuh, membagi sosok Lisa menjadi ribuan bagian yang saling asing. Mengapa pujian dunia selama ini terasa begitu hampa jika hanya satu kalimat dari Jevan bisa menghancurkannya hingga tak bersisa?
737 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as remnants of despair
Read
+Library
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

Hujan telah reda, meninggalkan jejak embun di jendela dan aroma tanah basah yang masih tertinggal di udara. Matahari sore mengintip malu-malu dari balik awan, seakan ragu untuk kembali bersinar penuh.
826 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as remnants of despair
Read
+Library
Rembulan yang Terluka

Rembulan yang Terluka

Tangannya menggantung di udara hingga beberapa menit berlalu. Delina menghapus genangan air mata yang tanpa sadar terjatuh. "Tidak Delina. Jangan menangis. Ini hanya rasa perikemanusiaan. Bukan karena cinta yang masih terjaga," ucap Delina sambil memutar knop pintu. Kenangan masa lalu berseliweran di ingatan. Rasa sakit berbalut air mata yang dia tahan membuat dadanya semakin nyeri. Namun juga ada rindu yang mati-matian dia coba untuk menguburnya dalam-dalam.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as remnants of despair
Read
+Library
My Destiny

My Destiny

Semua sudah berakhir. Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa hari mulai sore. pulang ke rumahnya dengan lesu. Dia diam sebentar untuk menyeka air matanya itu sejenak, baru kemudian melangkah ke dalam rumah. Patah hati memang menyakitkan. Semua impian yang kita harapkan terasa hancur dalam sekejap. Dunia seakan runtuh. Hal itulah yang dirasakan Aletta sekarang. Ceklek!
105.4K viewsOngoingAdded to Library 185 Times as remnants of despair
Read
+Library
DESIRE DARK

DESIRE DARK

Tapi sayangnya, realita tidak sejalan dengan ekspektasiku. Disaat aku sudah menyerah, dia baru datang. Memaksaku untuk menetap di ruang yang telah hancur berserakan. Tidak ada cinta, tidak ada kepercayaan. Tersisa puing-puing kecil yang menjadi pondasi hubungan kami. “Kinan, kenapa melamun? Ayo ... masuk.” Suara Mas Hanzel membuyarkan lamunanku, lekas aku masuk ke dalam, membiarkan pria itu yang menutup pintu mobil.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as remnants of despair
Read
+Library
Nightmare

Nightmare

Bak sebuah mantra yang akan membuatku tenang setelah mengatakannya. Aku bergidik ngeri ketika melihat kembali kertas yang ada bercak merah itu, tiba tiba saja layar di Hpku berkedip beberapa kali. Aku menatapnya sekilas, mengabaikannya. Namun ada sebuah nomor tak kukenal yang terpajang di layar tersebut, beberapa kali. Hingga dengan terpaksa aku pun mengangkatnya. Diujung telpon sana terdengar sebuah lagu yang begitu asing di telingaku. Reverse. Lagu yang tak begitu jelas dan hanya berisi sebuah jeritan-jeritan tak jelas seperti suara kelelawar, suara seorang perempuan bersenandung dan bahkan suara tawa anak kecil. Oh tuhan?!
102.8K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as remnants of despair
Read
+Library
Aftermath

Aftermath

Mengetahui fakta mengerikan yang menimpa adiknya sudah lebih dari cukup untuk membangkitkan sisi monster dalam dirinya. Semakin dalam Jihan menelusuri ponsel milik Gio, semakin banyak ia menemukan jejak-jejak penindasan yang masih tertinggal. Mungkin setelah semuanya usai, ia akan segera memberangus benda lempeng ini hingga menjadi abu. Tubuhnya merosot ke lantai toilet yang lembab. Ia terduduk lemas dengan memeluk kedua lututnya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as remnants of despair
Read
+Library
My Destiny

My Destiny

ucap Bella. Anggota BEM lainnya mengangguk dan Bella menyusul ke ruang UKS. *** Di Ruang UKS. Ayu duduk di atas kasur, sambil membuka almamater yang ia pakai. Arjuna duduk di depan gadis cantik tersebut dan membersihkan darah yang masih tersisa di wajah Ayu. "Ayu," ujar Bella duduk di samping sahabatnya. "Aish, kenapa setiap tahun ada saja yang mati sih. Selalu saja di hari kedua ospek," sambung Bella yang mulai takut.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 212 Times as remnants of despair
Read
+Library
Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

Ia menyelimuti tubuh mereka berdua dan bergabung dalam alam bawah sadar tak setidaknya dua jam setelah Ele terpejam terlebih dahulu. Selama dua jam Van menghadapi malam yang panjang dengan banyak pikiran yang memenuhi benaknya. Ia mengulang kembali memori di masa lalu di mana ia adalah sosok brengsek yang telah menghancurkan masa muda kekasihnya. Ia mengingat-ingat lagi kesalahannya semasa sekolah. Ia ingat tentang taruhan, video, dan fakta bahwa ia sendiri yang membuat Ele dikeluarkan dari sekolah.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as remnants of despair
Read
+Library
Defeat the Night

Defeat the Night

Mulut Daniel terkunci saat sepasang pupil hitam itu menelan iris merah dan perlahan mengisi seluruh rongga matanya dengan kegelapan tak berujung. Terdengar retakan tulang yang mengerikan, tubuh perempuan di hadapannya itu perlahan memanjang dan mulai terbalik-terpelintir dengan posisi yang aneh, kulitnya yang pucat perlahan mengelupas menjadi kebiruan, lalu lumer menjadi bentuk yang tak bisa dia jelaskan. Tubuh itu mulai merangkak mendekatinya seperti serangga. Merangkak.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as remnants of despair
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status