Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam
"Kita ke kamar Zifa atau mau kemana, nih?"
"Kamar Zifa? Gak usahlah." Aku menggelengkan kepala.
Tengah malam begini, ke kamar Zifa? Ah, itu ide yang buruk. Aku menyenderkan punggung ke dinding, mengusap peluh.
Putri berdecak, dia tampak sibuk sendiri. Aku hanya meliriknya sekilas.
Terserah dia saja. Semoga kami cepat pulang ke rumah. Aku tidak mau lama-lama di sini. Memang, sih, aku ingin menyelidiki soal Zifa, tapi tidak jam segini.