Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Pemilik Kitab Seribu Bayangan

--- Suatu Malam di Tahun Ketiga Di langit merah pucat, dua cahaya menyilang — bulan purnama dan bayangan darah. Dan tiba-tiba… kedua anak itu terbangun di tempat yang sama: sebuah ruang kosong, hanya ada cermin panjang dan satu kursi tua. Xian Wu melihat dirinya. “Siapa kamu?” Hei Zhu menjawab dengan nada yang sama. “Aku kamu.” Tak ada permusuhan. Hanya rasa ingin tahu. Lalu cermin di tengah mereka bergetar. Suara tua bergema: > “Ujian ketiga akan segera datang. Dua tubuh, satu jiwa. Dunia akan mencoba memisahkan kalian… dan kalian harus memilih apakah ingin tetap bersama.”
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Kata-kata tidaklah cukup, aku tak bisa mengerti Dan ketakutan ini yang tumbuh Dan tidak berhenti Ini cerita yang rumit aku tak tahu mengapa Betapa berat rasa bersalah Yang aku bawa dalam pelukanku Itu membengkokkan punggungku Dan membuatku lelah Kejahatan waktu Membuatku menjauh dari mu Dan saat malam tiba aku tidak bisa tidur Jantungku berdebar kencang Dan aku sendirian di sini.... Aku mengganti sisi tidurku Aku menyalakan televisi Tatapan mata di cermin
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Lepaskan Aku, Om

Lepaskan Aku, Om

Bab 16 Malam terasa tak berujung. Jam dinding tua di lorong berdetak lambat, seolah mengejek setiap detik yang ku lalui di ruangan sempit itu. Dinding kusam kamar nomor 3 tak meresap suara—semua tangis, semua jeritan, semua tawa palsu dari balik tembok menjadi suara latar yang tak bisa kupadamkan. Aku belum tidur. Tak bisa tidur.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

"Kita ke kamar Zifa atau mau kemana, nih?" "Kamar Zifa? Gak usahlah." Aku menggelengkan kepala. Tengah malam begini, ke kamar Zifa? Ah, itu ide yang buruk. Aku menyenderkan punggung ke dinding, mengusap peluh. Putri berdecak, dia tampak sibuk sendiri. Aku hanya meliriknya sekilas. Terserah dia saja. Semoga kami cepat pulang ke rumah. Aku tidak mau lama-lama di sini. Memang, sih, aku ingin menyelidiki soal Zifa, tapi tidak jam segini.
1017.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

Bab 3: Tragedi Malam Ini Dikarenakan Putra merasa kecapekan, alhasil perjalanan ini dihentikan. Dia hampir saja pingsan, tapi Kang Arya dan yang lainnya langsung membawa Putra untuk istirahat di bawah pohon. Kebetulan cuaca sedang gerimis, Putra terlihat begitu lelah. Mereka memberikan Putra air mineral, sekarang masalahnya adalah air mineral yang mereka habis tidak ada persediaan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Do'a Disepertiga Malam

Do'a Disepertiga Malam

00 WIB setelah sholat isya mereka langsung tidur karena kelelahan. Shea terbangun tengah malam, ia lalu wudhu dan melaksanakan sholat tahajud. Ia sangat khusyu' menghadap kiblat, Disepertiga Malam terakhir adalah kebiasaan Shea. Menurut Shea tanpa sholat sepertiga malam adalah hal yang kurang, karena sholat ini adalah sholat yang dianjurkan setelah sholat wajib, Shea selalu merasa lengkap jika sudah melaksanakan sholat tahajud.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Mahligai Rasa | Ruang Dimensi Asmara

Mahligai Rasa | Ruang Dimensi Asmara

Malam yang tadinya hanya menjerumuskan pedihnya luka kini sudah berakhir dan berganti dengan suasana pagi yang begitu indah. Mata tegas bak elang milik si tampan menyerngit mencoba untuk menyelaraskan cahaya yang entah masuk ke dalam netra tegasnya. "Kenapa aku bisa dirumah, bukankah semalam aku di bar," Revan bermonolog bingung pasalnya ia ingat jika semalam ia tengah mabuk.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
ARWAH CINTA PENASARAN

ARWAH CINTA PENASARAN

RINTIHAN TENGAH MALAMSuara itu masih terngiangMenyertai derit pintu yang usangNgik... ngik... seperti nafas seseorangYang merintih di keheningan malamRosdiana...Wanita cantik itu merintih Menghadirkan suara yang membuat nyeriMerintihKarena dosa yang ia milikiRosdianaWanita itu merintihDalam tengah malam yang sepiTubuhnya membekuTertempa dinginnya malam dan tanah makamTak ada seorangpun yang perduliBahkan kekasih hatipun membiarkan ia sendiri.Tengah malam yang sepiIa merintihMengganggu tidur mereka yang mengerti...
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Jodoh Untuk Wanita Tanpa Rahim

Jodoh Untuk Wanita Tanpa Rahim

isak Rena sembari menyeka air matanya. **** Hanya tiga jam Rena bisa melanjutkan tidurnya. Bayangan tentang kejadian menyeramkan tadi malam membuat sang mantan kekasih Bara itu meracau satu malaman. Bahkan kantung mata pun sudah terlihat jelas di wajah cantiknya. “Semangat, Ren. Kamu pasti bahagia suatu saat nanti. Tiga bulan lagi semua akan berakhir. Anggaplah ini hanya ujian kecil,” gumamnya bermonolog ria.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Ta'aruf Rahasia Sang CEO

Ta'aruf Rahasia Sang CEO

Keheningan malam di apartemen terasa lebih berat daripada hari-hari sebelumnya. Dinding ruang tengah seolah ikut membeku setelah badai di meja makan keluarga besar Al-Fahri meruntuhkan sisa pertahanan mereka. Pintu kamar sekunder masih tertutup rapat. Di dalamnya, Malikha bersujud di atas sajadah, mengadu dalam sepertiga malam yang sunyi. Air matanya mengalir tanpa suara, membasahi kain mukenanya. Rasa malu, hancur, dan dikhianati oleh keterlambatan Reyhan berbaur menjadi sesak yang pekat di dada.
851 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status