Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Menyerah, Mas!

Aku Menyerah, Mas!

Kenapa perasaanku tiba-tiba menjadi resah serta gelisah? Dengan tangan gemetar menghubungi nomor yang tadi memanggil, ingin tahu informasi terbaru tentang keadaan istri, namun, belum sempat ada jawaban pintu ruangan sudah diketuk. Seraut wajah penuh kharisma muncul dengan mimik khawatir. “Dil, ayo bantu saya ke unit gawat darurat. Pasien yang tadi kamu tangani mengalami sesak napas!” ajak dokter Haris, salah satu dokter senior di puskesmas tempatku bekerja.
1098.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai resah
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

"Baik, untuk hari ini, seperti yang sudah ustadzah sampaikan sebelumnya, kita akan masuk ke materi baru yaitu resonansi bunyi yang meliputi pengertian, rumus dan juga contoh soal, silahkan disiapkan buku dan alat tulisnya." Kegiatan belajar mengajar sudah dimulai. Para santriwati memperhatikan penjelasan yang diberikan ustadzah dan tak lupa mencatatnya. Santri-santri di kelas fokus dengan materi yang diberikan. Tapi, tidak dengan Kyra. Fokusnya, hanya ia tujukan pada Ataya sedari tadi. Kyra membenci situasi ini. Situasi disaat dirinya harus bertengkar dengan orang yang biasanya membuat ia tertawa senang. Tak nyaman. Kyra tak lelah mengoreksi sikapnya pada Ataya sebelum keduanya menjauh. Buka
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai resah
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Dia mengirim pesan singkat: Besok aku mungkin pulang malam lagi. Ada jamuan makan malam sama investor dari Singapura.” Rendra menatap layar, menunggu. Biasanya, balasan Selin akan muncul dalam hitungan detik. Satu menit. Dua menit. Ping. Selin membalas “Baik. Hati-hati.” Rendra membaca pesan itu berulang kali. Hanya dua kata. Singkat. Tanpa emoji. Pesan itu sederhana,tapi terassa sangat jauh.
10797 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai resah
Baca
+Pustaka
Saudara Angkatku, Rivalku

Saudara Angkatku, Rivalku

Sentuhan tiba-tiba itu membuat Elira tersentak untuk kedua kalinya. Elira menarik tangannya, berusaha melepaskan diri. “Aku haus, Res. Aku nggak mau ganggu jadwal mandimu.” Ketidakpedulian itu, nada suara yang tenang dan tanpa emosi itu, membuat Respati hilang kendali. Rasa frustrasi karena telah berbohong, rasa bersalah karena insiden dengan Risa, dan rasa takut kehilangan Elira yang kini sudah siap pergi, semuanya menyatu.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai resah
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

ujar shela "Lihat ini,"tunjuk Risa sembari melepas syal yang ada di lehernya. Kedua orang itu langsung di kejutkan dengan lebam hitam yang ada di leher Risa. Bekas itu terlihat seperti tali yang melingkar mencekik leher. "Kok bisa gini? Ya ampun," lirih Shela syok. "Ini pasti sakit banget!"kata Jessy merasa negeri
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai resah
Baca
+Pustaka
Penyesalan

Penyesalan

Rasa pahit dan sedikit asamnya selaras dengan rasa hatinya sekarang. Yogi duduk di pojok ruangan sembari melihat ke luar. Dadanya terasa kosong. Pernyataan Alisya beberapa menit yang lalu benar-benar membuatnya blank. Ia tahu, Alisya bukan tipe perempuan yang suka basa-basi. Ia selalu serius dengan kata-katanya.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai resah
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

--- Resonansi Tak Tercatat Di tengah ruangan, sebuah inti berputar lambat. Bentuknya seperti bola air yang terjebak di udara, dengan pusaran cahaya biru-putih yang berputar di dalamnya. Ada irama yang teratur, seperti detak jantung—duk… duk… duk…—namun terasa di tulang, bukan di telinga. Serafine mengaktifkan resonance scanner, dan hasilnya langsung membuat alisnya mengerut.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai resah
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Rank Terendah

Kebangkitan Rank Terendah

Bukan Bayu yang tidak stabil. Sesuatu yang berbeda. Seperti suara yang terlalu rendah untuk didengar tapi terasa di tulang. "Rengganis." "Aku tahu. Jangan berhenti. Terus bergerak." "Apa itu?" "Resonansi." Cara Rengganis mengucapkannya menunjukkan itu bukan istilah yang dipakai sembarangan. "Dari titik itu. Sudah sampai sejauh ini sekarang."
546 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai resah
Baca
+Pustaka
PENGAKUAN ANAKKU

PENGAKUAN ANAKKU

Nafasnya terhembus panjang, seolah sedang melepas penat yang begitu dalam. "Wisnu ..." Rissa menjeda kalimat, bisa aku lihat dia menyematkan senyum licik. Perasaanku saat ini benar-benar tidak tenang, tanpa sadar aku mencengkram jeruji besi dengan kuat membuat telapak tangan terasa sangat nyeuri akibat tertancap serpihan besi berkarat. "Wisnu kenapa, jangan buat saya tidak tenang begini." Bapak mulai tak sabar, wajahnya merah padam padahal Rissa belum bicara apapun.
10145.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai resah
Baca
+Pustaka
PAPAKU MASIH BUJANGAN

PAPAKU MASIH BUJANGAN

tanya Dinaya yang tadi sempat melihat ke layar ponsel Reisha dan menemukan nama Farez tertera di sana. Reisha kebingungan. Kalau diceritakan, dia takut Dinaya stress lagi, dan tidak baik untuk kesehatannya. Tapi kalau dirahasiakan, bagaimana caranya menyimpan berita ini dari Dinaya? “Miss Rei. Aku mohon kasih tau semuanya sama aku. Kemarin aku sakit sampai pingsan gara gara kebingungan sendiri memendam semua tanda tanya dikepalaku. Aku stress sendiri karena tidak tau apa apa tapi prasangka buruk bermunculan di kepala.” Dinaya memohon pada Reisha. Disebelahnya, Shelly mengangguk seolah memberi dukungan pada Dinaya.
1015.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 557 kali sebagai resah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status