Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rotate

Rotate

Manik mata merah Chelsea menatap tepat ke mata coklat milik Rayn, “Berjanjilah padaku, kau tak akan meninggalkan tempat ini sampai aku Kembali. Apakah kau bisa melakukan hal itu?” Tangan lembut Chelsea mengelus pipi rayn, mengusap bekas air mata yang mengalir. Wajah rayn yang awalnya senang berubah menjadi kalut. Ia menundukan pandanganya, berbagai pikiran terlintas diotaknya. BRAK! Sekali lagi suara dobrakan dan amukan marah warga terdengar. Rayn menatap wajah ibunya, “Kau harus Kembali”
2.9K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as resonate
Read
+Library
Satu klik naik seribu tingkat

Satu klik naik seribu tingkat

Daun yang jatuh di dekatnya melambat sebelum menyentuh tanah. Lin Yuan membuka mata. “Teknik Resonansi Tenang.” Bukan nama resmi. Namun fungsi jelas— menetralkan gangguan hukum kecil di sekitarnya. Ia mengangguk pelan. Ini bukan kekuatan besar. Namun ini… kontrol. Saat matahari hampir tenggelam, Murong Qian datang tanpa pemberitahuan. Ia berdiri beberapa langkah dari paviliun.
614 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as resonate
Read
+Library
Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati

Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati

Awalnya pelan. Seperti riak kecil di permukaan air. Namun dalam hitungan detik— getaran itu berubah menjadi resonansi. Kuat. Dalam. Tak bisa dihentikan. Dadanya terasa sesak, bukan karena tekanan dari luar, melainkan karena sesuatu dari dalam yang mencoba… bangkit. “Apa… ini…” bisiknya lirih. Tangannya gemetar. Bukan karena takut.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as resonate
Read
+Library
Tes

Tes

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as resonate
Read
+Library
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

ini membawa frekuensi getaran tertentu yang dapat berinteraksi dengan hukum fisika yang dirancang para Mekanik. Peran para seniman dari berbagai dunia menjadi krusial. Seorang pematung dari ras yang mempersepsikan realitas melalui bentuk geometris, mengusulkan "Bentuk Resonansi"—di mana orbit planet tidak melingkar sempurna, tetapi memiliki lekukan halus yang sesuai dengan "nada" sistemnya, menciptakan melodi visual yang selaras dengan getaran audionya.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as resonate
Read
+Library
Bangkitnya Dokter Agung

Bangkitnya Dokter Agung

“Kau tidak punya akses ke sistem ini.” “Benar,” jawab Simon ringan. “Makanya aku tidak masuk lewat sistem.” Senyum tipis muncul di wajah bayangan itu, namun hanya separuh ekspresi yang diizinkan hadir. Liora mengepalkan tangan. “Ini proyeksi.” “Resonansi,” koreksi Simon lembut. “Kau membuka celah kecil. Aku hanya menyesuaikan diri.”
107.3K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as resonate
Read
+Library
Kebangkitan Rank Terendah

Kebangkitan Rank Terendah

Bukan Bayu yang tidak stabil. Sesuatu yang berbeda. Seperti suara yang terlalu rendah untuk didengar tapi terasa di tulang. "Rengganis." "Aku tahu. Jangan berhenti. Terus bergerak." "Apa itu?" "Resonansi." Cara Rengganis mengucapkannya menunjukkan itu bukan istilah yang dipakai sembarangan. "Dari titik itu. Sudah sampai sejauh ini sekarang."
546 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as resonate
Read
+Library
TAKLUK DI PELUKANNYA

TAKLUK DI PELUKANNYA

lucien menyipitkan mata. “kami gak butuh dia keluar. kami cuma mau akses.” sebuah perangkat logam dilempar ke lantai. alat itu memancarkan suara pelan—seperti tangisan anak-anak. “resonansi yang lo sebut ‘auryn’ udah ngacak sistem gelombang emosi dunia. ada 42 kota yang kehilangan kestabilan emosional. lo ngerti artinya? satu kota bisa jatuh ke dalam kekacauan cuma karena satu nada sumbang.”
990 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as resonate
Read
+Library
Revansha

Revansha

kata Emil seraya menepis tangan Elang. "Maksudnya?" "Lo lihat, tuh." Emil menggerakkan dagunya ke arah lapangan. "Eca?" tanya Elang. Emil mengangguk. "Pulang, kalau lo nggak mau jadi obat nyamuk!" Elang mendengus sebal. "Bilang, kek, dari tadi. Rese lo, Van." Evan hanya tersenyum dengan menampakkan deretan giginya.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as resonate
Read
+Library
Heartbeat

Heartbeat

Kembali ia tekan sebuah kombinasi nomor telepon. Setelah panggilan tersambung, suara penuh amarah Sbastian kembali menggelegar, dia ingin seorang tukang kunci atau siapa pun yang bisa membantunya untuk segera datang ke ruangannya dan mengeluarkan dirinya dari ruangan itu. Carla memperhatikan wajah frustasi Sbastian sambil kembali menikmati sisa makanannya. Berpura-pura menganggap semua teriakan dan suara kesal dokter itu adalah suara kaset rusak yang menganggu telinga. ∞
103.8K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as resonate
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status