Wanita Kedua
“Bukan dia adiknya bosku, kamu—“
Bara langsung angkat kaki dari sana, tak ingin lagi terjebak dalam arus perasaan yang akan dia sesali nantinya, meski ada rasa tak rela yang menyergap hatinya.
Sebentar lagi, dia akan resmi menjadi milik orang lain, dan kehidupan Bara akan kembali seperti semua, sepi dan sendiri. Itu yang terbaik bukan.
“Kamu dari mana, Bar?” tanya Angga, yang menggendong Ara yang sepertinya sedang ngambek.
“Ara kenapa, Mas?”
“Minta duduk di pelaminan.”
Hah? Ya ampun masak anak segede upil gitu sudah pingin kawin saja, batin Bara ngeri.
“Kamu jangan mikir yang aneh-aneh, maksudnya Ara pingin duduk di sana buat mainin hiasannya. Eh kamu belum jawab pertanyaanku tadi.”
Chapitres populaires