Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rasa

Rasa

balas Ataya penuh perasaan tak sabar ingin berjumpa dengan ummanya. "Assalamu'alaikum," Ataya dan Kyra memasuki ruangan itu. Ruangan yang dilengkapi dengan sofa, pendingin, benar-benar jauh berbeda dengan suasana diluar. Itu ruangan abah, kakek Kyra yang merupakan pemilik pondok pesantren Darul Haq. "Wa'alaikumussalam," jawab mereka yang tengah mengobrol di ruangan tersebut. Terlihat, ada umma didampingi dengan Abian di sofa, dan abah serta omah yang duduk berdampingan menjamu tamunya.
104.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 116 Beses bilang ruang rasa
Read
+Library
Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

Rangga tersenyum penuh arti. Kepalanya menoleh ke sana ke mari, mencoba mengenali semua benda di sekelilingnya. Pandangannya menangkap pintu yang sebelahnya terbuka dan itu menarik perhatiannya dikarenakan warna pintu tersebut berbeda dari yang dilihatnya sadari tadi. Segera ia masuk ke dalam sana. Hal pertama yang dilihat saat memasuki ruangan ini adalah banyaknya rak dengan buku berderetan.
4.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 179 Beses bilang ruang rasa
Read
+Library
Elegi Cinta Raisa

Elegi Cinta Raisa

Rasa cemburu dipadu dengan emosi, membuatnya menginjak pedal gas semakin dalam. Dua puluh menit perjalanan mengantarkan Ben ke tempat tujuan. Dugaan Ben benar. *** "Selamat pagi." Raisa melongok ke dalam ruangan Ben sambil mengetuk pelan daun pintu. Dia tersenyum lebar. "Pagi." Ben hanya melihat sekilas kepada perempuan berhijab cokelat itu. Melihat ada yang aneh, Raisa meredupkan senyum lalu berderap pelan. Diletakkannya gelas dan piring di atas meja kerja Ben.
106.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 173 Beses bilang ruang rasa
Read
+Library
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Ia khidmat dengan posisi dan pikirannya yang diterbangkan ke masa kanak-kanak. “Fir, minta stok daftar minuman dan rokok yang habis, biar aku ambilkan di gudang!” pinta Roni. Ia menyandarkan tangannya di atas bar. Mulutnya menyemburkan asap ke wajah Fira. Wanita itu mendadak melotot, jika saja perasaannya sedang dalam keadaan baik, tentu saja ia sudah melayangkan telunjuknya ke jidad Roni. Waktu itu, ia konsisten diam. Tangannya bergerak menarik pintu meja kasir yang terletak tepat di bawah laci kasir.
105.0K viewsOn holdIdinagdag sa Library 189 Beses bilang ruang rasa
Read
+Library
Rasa Tanpa Batas Waktu

Rasa Tanpa Batas Waktu

Steffan menunjuk Viola. "Sama. Lemon squash juga." Setelah mencatat semua pesanan mereka, pelayan itu kemudian pergi ke belakang. Lalu tak sampai 10 menit dia kembali lagi dengan membawa semua pesanan mereka. Suasana restoran yang temaram ditambah hembusan angin dari luar membuat suasana jadi terkesan romantis. Restoran itu tempatnya terbuka. Dindingnya hanya separuh, setinggi pinggang orang dewasa kemudian di atasnya ada potongan bambu yang disusun vertical dengan jarak masing-masing sekitar 10 cm. Jadi sambil makan, pengunjung juga bisa menikmati suasana luar yang langsung terhubung dengan pemandangan danau buatan yang airnya membiaskan cahaya lampu dari jalan dan restoran tersebut.
105.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 117 Beses bilang ruang rasa
Read
+Library
Rasaku Ditelanjangi

Rasaku Ditelanjangi

hanya ada satu rasa yang tinggal di dada. Rasa tenang. Rasa utuh.
5.51.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 55 Beses bilang ruang rasa
Read
+Library
Mengejar Cinta Nona WO

Mengejar Cinta Nona WO

Aku ngelirik mangkuk, nyicip pelan. Mataku langsung berbinar. “Enak Banget!” Gasan menatapku kayak baru dapet penghargaan Michelin Star. “Beneran?” Aku mengangguk semangat, sambil ngunyah penuh kenikmatan. “Ini, definisi sempurna. Asam, gurih, asin, dan absurd. Tapi, aku suka.” Dia tersenyum lega. “Baiklah. Kalau suatu saat anak kita bikin restoran, menu ini harus masuk. Namanya, Cita Rasa Ibu Hamil. Limited edition.”
2.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 60 Beses bilang ruang rasa
Read
+Library
Ipar Rasa Istri

Ipar Rasa Istri

Masuk kembali ke ruangan dan ingin segera menyelesaikan pekerjaan. “Nih, gue beliin cemilan biar mood Lu cepet baikan. Jangan lupa setelah jam maksi ikut gue buat ninjau cabang lain ya.” Ucap Nena sambil menyodorkan minuman caramel latte dan sekotak dimsum ayam. “Makasih temenku yang paling baik, paling cantik se-duniaa, hahaa!” tak lupa kuberikan senyum termanis padanya dan segera menikmatinya.
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 200 Beses bilang ruang rasa
Read
+Library
Maafkan Aku, Menikahinya

Maafkan Aku, Menikahinya

Seorang pelayan wanita yang ramah menyambut mereka kemudian mempersilahkan duduk di sudut ruangan yang bersatu dengan balkon. Suasana yang nyaman tanpa asap rokok dengan interior dominasi motif kotak-kotak berwarna merah dan putih membuat Aura merasa seperti sedang berada di ruang makan sebuah rumah di pedesaan. Rendra memesan kopi dan red velvet cake sementara untuk Aura, lelaki itu memilih coklat panas dan cheese cake sesuai keinginannya tadi. “Dingin?” Rendra bertanya sebagai bentuk perhatiannya karena senja sudah hampir tenggelam.
1077.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang ruang rasa
Ipakita ang mga Review (24)
Read
+Library
Indah sabiq Sabiq indah
Yg orang luar itu, Alisha..!!!! Bukan Aura...!! karna dari Rendra masih dalem perut, dan Aura masih dalem perut, mama Monica dan mama Rena saling berbagi makanan, maksudnya makan bareng..., hang out bareng, mereka sahabat rasa saudara!!! ketawa, nangis bareng. meski usia Rendra yg lebih tua dr aura
Indah Fitriya Mahfud
Gw demen, biarin ALISHA DI HAJAR HABIS2 AN SAMA MAMI MONICA!!! Biarin bls tampar lg ke ALISHA, MAMI MONICA!! Udah berani provokasi , nantangin mau rebut Rendra, Biarin cb, Rendra kalo msh belain Alisha , ada Kenzi, biarin pada BONYOK LO BE 2 ALISHA sm Mami Monica Rendra biar DI GEBUKIN SAMA KENZI.!!
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status