Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Kakek

Rumah Kakek

“Iya, Pak. Aku juga nggak nyangka bisa liat rumah ini lagi dengan pemandangan yang udah jauh berbeda dari yang dulu.” “sekarang, suara-suara aneh itu kayaknya udah jarang terdengar lagi, Neng. Nggak tau, ya takutnya bapak salah, soalnya bapak juga jarang di rumah, sih,” cerita pak Darmak Darman. Perubahan rumah ini tak hanya membuat keluarga kami saja yang bahagia, para tetangga pun merasakan hal yang sama. Kini, rumah ini sudah siap ditempati kembali.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!

Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!

Ia tahu keluarganya seperti apa dan Damar sudah menyiapkan semuanya dengan baik kali ini. Dan akhirnya, setelah menempuh perjalanan lumayan lama , mobil milik Damar kini memasuki rumah mewah berlantai tiga. Rumah itu tak kalah bagus dari rumah pribadi milik Damar yang ditempati bersama Serina.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Kesombonganmu Kubayar Tunai

Kesombonganmu Kubayar Tunai

"Aku ada di Bekasi, Mar. Sekarang aku punya orang tua yang baru. Mereka orang kaya, Mar. Rumahnya besar, mobilnya bagus. Hampir tiap hari aku dibelikan mainan dan makanan yang banyak." Damar memandang Darma sambil cemberut. "Orang tua baru? Kan orang tua kamu itu Ibu Sasti sama Bapak Narto." Sekejap kemudian, Darma tertawa. "Mereka juga orang tuaku, Mar. Mereka sayang sama aku. Udah, ya. Aku pulang dulu." Darma lalu memutar tubuhnya dan berlari menjauh dari Damar. Sontak, Damar mengejar dan berteriak sambil menyebut nama Darma.
1048.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

Dia memilih kembali ke rumah. Selang beberapa waktu, Atmaja dipilih menjadi salah satu pemimpin kademangan Wanasari (Kademangan = kecamatan untuk saat ini). Atmaja memiliki banyak lahan dan juga tanah perkebunan. Selama menjadi pemimpin, Atmaja menjadi pemimpin yang murah senyum dan suka menolong, tetapi di dalam rumah, dia adalah sosok yang otoriter dan pilih kasih terhadap putra putrinya. Istrinya pun kerap mendapat perlakuan tak menyenangkan dan memendam sakit hati karena sifat Atmaja yang dibalik sikap sok wibawanya gemar main perempuan.
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Nyonya Bos

Terjerat Pesona Nyonya Bos

"Terserah, yang penting aku keluar dulu dari rumah. Sebelum ayahku berubah pikiran." Damar menyahut sambil terburu-buru naik di jok belakang. Seketika itu juga kuda besi melesat keluar pekarangan kediaman Adiwangsa. Sedikit tercubit hati Damar karena pergi dari tempat dimana dia lahir dan dibesarkan. Tapi kepergiannya ini memiliki maksud dan tujuan yang tidak kalah penting untuk sejarah hidupnya kedepan. Mengingat waktu sudah malam dan jalur yang akan dilalui cukup jauh dan sepi, Damar tidak langsung pergi ke Desa Pendul. Dia menginap dulu di kost Guntur satu malam.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Ditalak Usai Resepsi

Ditalak Usai Resepsi

Lalu dia berjalan menemui Dimas dan Bu Darmo yang berdiri di depan pintu rumah. "Dimas, Bu Rohman, Bu'E, saya tinggal dulu sebentar ya, mau tunjukkan tanah dulu," pamit Pak Darmo. Bu Darmo, bulek Rohman dan Dimas mengangguk serempak. Kemudian Pak Darmo berjalan menemui tamu-tamu dari Jogja itu. Dan mempersilahkan mereka untuk mengikuti Pak Darmo. "Nel, Kamu tunggu di sini saja dulu ya, nanti selesai lihat tanah langsung aku jemput ke sini," pinta Reza.
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 840 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
My Assistant, My Husband

My Assistant, My Husband

“Kau lebih memilih dia dibanding perempuan yang sudah merawatmu selama ini?” “Apa Madre bisa dibilang merawat?” Damar balas bertanya dan membuat perempuan paruh baya di depannya terhenyak. “Kalian memang benar merawatku, tapi dengan uang saja,” lanjut Damar dengan tenang. “Aku bahkan hanya tinggal bersama kalian sampai lulus SD saja dan setelahnya, aku tinggal di sini dengan pengasuh.” “Aku memang menerima banyak kasih sayang dan hadiah, tapi kehadiran kalian sangat jarang.”
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Pria Super Kaya

Pria Super Kaya

Rumah keluarga Dytalah yang menjadi sasaran, yang membuat Aldo tertegun melihat bangunan tersebut. Bagaimana tidak? Bangunan di hadapan mereka begitu megah, sudah seperti rumah keluarga Eduard di masa jayanya dulu. Dyta berkata itu adalah mansion pamannya. Saat ini tempat itu kosong karena pamannya sudah pindah keluar negeri, hanya ada pembantu yang mengurus. Apapun itu, Aldo juga tidak mau mengambil pusing, yang terpenting mereka memiliki tempat berlindung malam ini.
8.9209.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai rumah darmo dulu
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Megumi
maaf ya hari ini masih absen. doain aku besok bisa mulai nulis lagi ya gengs .. jujur belum tau memungkinkan apa ga, ini diperparah Krn udah sakit, mesti ngurusin orang sakit. blm urusan rumh. doain besok aku udah sembuh ya gengs.. makasih banyak buat kalian yg udah tetap setia ...
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Baca Semua Ulasan
DENDAM LUKA LAMA

DENDAM LUKA LAMA

"Kata Mama, rumah itu dijual. Pemiliknya sendiri yang nemui Mama. Siapa tahu kita bersedia membeli. Ibu itu ingin pindah ikut anaknya ke Bandung. Dulu suaminya yang asli Surabaya sini. Setelah suaminya meninggal dan tidak punya kerabat di sini, beliau ingin kembali ke Bandung saja. Kebetulan dua orang anaknya sudah menikah dan menetap di sana semua. Kalau kamu mau, kita membelinya. Biar dekat juga dengan mama. "Kalau kita sibuk kerja, anak-anak tetap dalam pengawasan keluarga sendiri. Rumah itu halamannya juga luas. Ada taman dan halaman belakang masih ada beberapa meter persegi. Kita bisa merenovasinya."
10182.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai rumah darmo dulu
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
Laely Nurhayati
ceritanya menarik, bahasanya bagus, karakternya mewakili budaya kita pada umumnya yang menjunjung tinggi nilai dan norma, menggambarkan bhw penulis sangat menjunjunv tinggi nilai2 luhur budaya dan agama
moonrose
hmm kenapa vania maafin sagara? apa cinta bisa segitu bodohnya ya. 7bulan lost contac, tapi masih anggap suami dan akhirnya gak jadi cerai. apalagi tau alasannya knp sagara gitu ya harusnya vania tau diri sih.
Baca Semua Ulasan
ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

Titik lemah Arnold bukan hanya soal uang, tapi soal bagaimana ia tidak bisa menandingi dominasi Damar dalam menjamin masa depan putrinya sendiri. Damar memutuskan untuk melakukan ‘smash’ terakhir yang benar-benar mematikan argumen lawan di depannya. “Oh iya, ada yang hampir lupa aku sampaikan,” kata Damar dengan nada yang sangat kasual, seolah sedang membahas cuaca. “Soal apartemen di PIK ... yang kumaksud bukan hanya satu unit yang kumiliki, tapi... satu bangunan penuh. Namanya—”
9.9281.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai rumah darmo dulu
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Suka baca karya orang lain, selain seru buat belajar juga. Ini ceritanya bagus.🤍 baca juga karya Zizizaq 1. Nikah kontrak berbuah cinta 2. Antara mencintai dan melupakan 3. Wanita ketiga duda kaya
OTHOR CENTIL
Hallo, Kak. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai ekspektasi Kakaknya, ya. Di bab awal itu sudah jelas, Diana butuh uang karena uang sakunya dibatasi. Soal password kartu ATM itu, Damar juga bilang kok kalau sandinya nanti dikasih tahu lewat pesan.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status