Ditalak Di Pelaminan
lanjutnya
Dahayu masih terdiam — masih enggan untuk mengatakan hal apa pun, begitu pula dengan Kaivan yang berjarak tidak jauh dari mereka.
“Dahayu, tetap di sini bersama denganku ya? Bisa, kan? Aku tahu kok kalau kamu masih mencintaiku. Perasaanmu pasti masih sama, kamu masih menyayangiku seperti—”
“Jangan bicara tentang rasa cinta dan sayang padaku, Mas. Karena bagiku itu semua hanya omong kosong! Bahkan aku sudah lupa bagaimana rasanya dicintai dan disayangi, oleh kamu. Orang yang mengaku sebagai suamiku!” Dahayu pun mulai memberanikan dirinya untuk kembali angkat bicara — walau dengan suara yang bergetar, “Pengkhianat! Penjahat! Tega sekali kamu, Mas. Kamu sendiri yang mengajarkan aku te
Hot Chapters