Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sepanjang Hidup Ini, Kuharap Kita Tak Bertemu Lagi

Sepanjang Hidup Ini, Kuharap Kita Tak Bertemu Lagi

Selesai ujian masuk perguruan tinggi, aku tidak sengaja melihat sebuah unggahan. [Kalau bisa mengulang, jurusan apa yang akan kamu ganti kali ini?] Di kolom komentar, banyak sekali orang yang ingin berganti jurusan dan alasan penyesalan mereka juga bermacam-macam. Ada satu komentar yang terlihat begitu berbeda di antara sekian banyak jawaban. [Aku akan memilih jurusan Sastra dalam negeri.] [Dengan begitu, aku dan dia nggak perlu melewatkan empat tahun yang harusnya bisa kami lalui bersama tiap waktu, cuma karena mikirin si beban itu.] Aku pun tersenyum. Baru saja hendak menggeser layar, tiba-tiba aku melihat foto profil dan akun yang sama persis dengan Nadya Jiandra, teman masa kecilku. Saat
434 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai sajak kehidupan
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

“Karena aku pernah bosen. Sama Sinta. Sama orang-orang sebelum dia. Ini… nggak membosankan.” “Terus ini apa?” “Scary. Exciting. Kayak lompat dari tebing tiap hari.” “Kedengarannya unstable.” “Kedengarannya hidup.” Kata itu lagi. Hidup. “Kalau hidup ini nggak sustainable?” “Kalau iya?” “Kalau nggak?” “Berarti kita punya sesuatu yang nyata, meskipun sementara.” “Aku nggak mau sementara.”
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai sajak kehidupan
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Merasakan sakit tidak terkira Bahkan, jiwaku lemas melihatnya Aku menangis, dia tambah menangis Akhirnya aku tertawa, dia tersenyum Bahagiaku, ternyata bahagianya Aku tidak menyangka, mataku untuknya Betapa tidak mungkin aku menginjak Semata hidup hanya untuknya Ibuku, berjalan dari gunung satu Mengunjungi gunung selanjutnya Untuk pertahanan hidup kita Jika aku menangis, dia berkata “Untuk apa kamu menangis, hidupmu masih panjang, teruslah berjuang, anakku!” Itulah ibuku, hidupku selalu ibuku Setelah membacakan sajak itu, saya terdiam sejanak, menyembunyikan air mata yang akan tumpah. Entah kenapa santri-santri banyak yang menangis pula, lebih-lebih santri putri. Saya yang berdiri di depan,
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai sajak kehidupan
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT ISTRIKU

MENJEMPUT ISTRIKU

tanya Saihan dengan nada pura-pura kecewa. "Orang-orang seperti kita... berjuang siang malam hanya untuk punya atap buat tidur, sepotong roti untuk dimakan. Aku terlalu sibuk memikirkan hidupku sendiri, apalagi kematian orang lain." Saihan mengerjap, mencoba menebak—apakah itu jawaban jujur, atau tameng agar tak terlihat rapuh. "Apa kau tidak terlalu blak-blakan padaku? Kau terdengar dingin..."
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai sajak kehidupan
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Hening yang bukan kosong, melainkan penuh kehidupan. Arjuna akhirnya berhenti di depan pohon besar yang berlumut, menatap batangnya yang lebar. Di sana terukir tulisan kuno yang samar terbaca: “Sangkaning hirup kudu nyanghiyang rasa.” (Asal kehidupan harus bersandar pada rasa.)
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai sajak kehidupan
Baca
+Pustaka
Mantanku Datang setelah Suamiku Kembali pada Mantannya

Mantanku Datang setelah Suamiku Kembali pada Mantannya

"Hidup tak selamanya tentang kebahagiaan. Namun terkadang hidup itu tentang menghadapi masalah dengan senyuman dan semangat. Hidup tidak akan lebih baik tanpa masalah tapi akan lebih bijak setelah mengalami banyak ujian." Hari terus bergulir tanpa terasa sudah lima bulan berlalu setelah kembali Shaka dan Nafisah ke Jakarta. Hari-hari mereka lalui selayaknya pasangan pada umumnya. Kadang bermesraan tak jarnah juga berdebat yang diakhiri dengan pengakuan salah dari Shaka.
29.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 920 kali sebagai sajak kehidupan
Baca
+Pustaka
Dibenci mertua karena tidak sederajat

Dibenci mertua karena tidak sederajat

Senja kan hanya sebuah tanggung jawab. "Kita punya kehidupan sendiri jadi aku rasa kita punya urusan yang gak bisa di campurin satu sama lain!!" Tak ada gunanya terus berdebat, lebih baik Senja segera naik ke lantai dua lalu istirahat tidur. Mereka memang suami istri tapi hanya di atas buku nikah selebihnya kehidupannya miliknya dan kehidupan Saga milik suaminya sendiri.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai sajak kehidupan
Baca
+Pustaka
Kita yang Menjadi Kita

Kita yang Menjadi Kita

Anaknya akan mengalami hal yang sama seperti yang ia rasakan. Rena bernapas dalam sesak, tanpa sengaja mengulang lagi ingatan tentang kehidupannya di masa lalu. Ingatan itu adalah mimpi buruk. Saat banyak orang mengatakan bahwa hidup adalah untuk mengejar kebahagiaan, maka ia berpikir hidup adalah untuk menunggu kematian. Ia hidup untuk kemudian hilang, bukan untuk bahagia. Karena bagi ia yang sering merasakan kesakitan, kata bahagia hanya omong kosong yang digunakan orang-orang baik untuk menghiburnya.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai sajak kehidupan
Baca
+Pustaka
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

Mak Ijun mengerutkan kening. “Mayat hidup, Mak,” jawab Candra cepat. “Mayat-mayat hidup itu membunuh semua orang, lalu orang-orang yang dibunuh jadi mayat hidup dan menyerang orang-orang lainnya,” sambungnya menjelaskan berharap Mak Ijun langsung mengerti situasi saat ini. “Kayak di film-film, Bang.”
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai sajak kehidupan
Baca
+Pustaka
Tuan Jake, Nyonya Laura Ingin Bercerai

Tuan Jake, Nyonya Laura Ingin Bercerai

“Rumah itu kehilangan nyawa saat kamu pergi dan tidak ada di dalamnya.” “Jake—” “Bisakah kita hidup dengan baik dan memulai perjalanan baru?”
9.8132.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai sajak kehidupan
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Nissya
Cerita baru yang hadir penuh dengan tantangan yang membuat para pembacanya gemes , marah juga emosi dengan tokoh lakinya yang super menyebalkan ditambah dengan matanya lelakinya yang sangat sangat munafik sifatnya kaya kambing yang selalu pingin aku gebukin rasanya
Eva
Udah nggak di ragukan lagi kalau kak almi yang buat pasti ceritanya bikin readers naik turun emosinya, di guncang emosi, di kasih yang manis manis di guncang lagi, gitu lah pokoknya. Suka banget sama nove novel nya
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status