Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Dukun Seruling Dan Muridnya

Sang Dukun Seruling Dan Muridnya

Penuh pesona unik dari pria yang menapaki jalan Dukun catur. "Rajan Ajiq, itu namamu, kan." Ucap Sajada, "Kau bicara terlalu banyak. Serius lah, mulutmu bisa jadi hama hanya dengan mendengar mu bicara..." Tubuh saja sudah siap melaksanakan rencana dalam benaknya. Rajan mengangkat alis. "Orang yang terlalu banyak gaya kesombongan biasanya tewas duluan, kau tau ini bukan!"
1.1K viewsCompletedAdded to Library 27 Times as sajak pantun
Read
+Library
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Sampai akhirnya dia mulai membuat pantun-pantun lucu dengan menyebut karyawan di kantor ini. "Rasa sayange, rasa sayang sayange, lihat Andre dari jauh, rasa sayang sayange." Rupanya aku jadi korban pertama. Nyanyian pantunnya terdengar seperti ini, "Jalan sore bareng Arina, pepaya mateng manis rasanya. Lihatlah Andre pacar Arina, orangnya ganteng banyak duitnya." Suara tawa seru seketika terdengar di halaman kantor ini. Apa-apaan sih tadi? Astaga! Tapi boleh juga sih pantunnya walau rada ngasal. Tetap cakep!
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 551 Times as sajak pantun
Show Reviews (28)
Read
+Library
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Read All Reviews
SANG PENANTANG WURAKE

SANG PENANTANG WURAKE

"Khi... kikiki!" "Ha? Jadi, seperti itu suaranya kalau tertawa?" "Iya eh, kayak kanjoli, 'kan?" Wurake di atas sana terkikik, dan lagi-lagi berhasil membuat orang ternganga-nganga. Caranya tertawa memang sangat mirip kuntilanak, yang oleh kami menyebutnya kanjoli. Aku lain pula. Aku malah menduga, wurake itu sedang menertawakan upaya putus asa orang-orang, yang mana hampir bisa dipastikan akan segera berakhir dengan kesia-siaan belaka!
362 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as sajak pantun
Read
+Library
SUDAH TAK PERAWAN

SUDAH TAK PERAWAN

Joko tingkir ngombe dawet Jok dipikir marai mumet Ngopek jamur nggone mbah wage Pantang mundur terus nyambut gawe Pantang mundur terus nyambut gawe Ning purwokerto tuku ketan Iki crito anak rantauan Lombok rawit pedes tenan Golek duet kanggo masa depan Golek duet kanggo masa depan Rokok klobot ning ngisor wit mlinjo Paling abot ninggal anak bojo Tuku donat ning kalimantan Tetep smangat kanggo masa depan Tetep smangat kanggo masa depan
1094.3K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as sajak pantun
Read
+Library
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Dia yang lemah, dia yang penakut, dan dia yang tak seperti manusia pada umumnya. Jam dua pagi, Jim masih bertahan menahan matanya sambil menghitung kertas-kertas yang dibuat sedemikian rupa, menjadi sebuah pajangan dinding kamar, sangat antik dan unik. Hanya orang sabar dan terlatih yang bisa menghasilkan karya serumit itu. Namun, di menit ke dua puluh setelah jam dua dini hari, Jim tak bisa bertahan. Dengan kondisi yang masih bersandar ke dinding matanya mulai meredup tak bisa melawan kantuk.
1023.3K viewsCompletedAdded to Library 628 Times as sajak pantun
Read
+Library
Suka Tapi Tak Cinta

Suka Tapi Tak Cinta

Gengsi, Karena belum pernah berbicara dengannya. “Loh kenapa? Biar kamu bisa tau dia udah sampai ayat berapa.” Salsa mendesakku. Kemudian aku pun setuju dan menghampirinya. “Jundi.” Sapaku. “I..i..iya..” jawabnya sambil melihat ke arahku. “kamu udah sampai surah Al-haqqoh?” “I..Iya.” “Ayat berapa?” “Iya..eh..eee a..ayat sep..sep..sepuluh.” Jawabnya gugup, ntah kenapa.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as sajak pantun
Read
+Library
Terjerat Takdir Tuan Saka

Terjerat Takdir Tuan Saka

tanya Nico lagi setelah Saka diam saja tak menyahutinya. "Apanya yang happy? Apa kamu pernah lihat saya benar-benar happy kalau sama dia?" balas Saka kesal. "Minta inilah, itulah... Mau jalan ke sana, ke sini, makan total jutaan, belum lagi belanjaannya... Mau gila rasanya." Saka memijat keningnya yang terasa pening, nada suaranya penuh penyesalan dan jenuh.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as sajak pantun
Read
+Library
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Dalam kegelapan, manajer itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia mengangkat kakinya yang mengenakan sepatu hak tinggi, lalu menendang keras perut bagian bawahku. Rasa sakit yang luar biasa membuatku langsung meringkuk, perutku terasa bergolak hebat. “Siapa suruh kamu menghabiskan uang pacarku!” “Siapa suruh kamu menggodanya?!”
13.4K viewsCompletedAdded to Library 389 Times as sajak pantun
Read
+Library
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

sahut Mami Dina, matanya berkaca-kaca. “Kayak baru kemarin mereka kita jodohkan.” Keduanya tersenyum, lalu saling menggenggam tangan. Bagian paling seru dari acara itu adalah melempar rujak khas tujuh bulanan. Rujak buah yang telah diaduk dengan sambal khas dibungkus dan dilempar ke arah tamu wanita yang belum menikah. Marsha berdiri sambil memegang bungkusan rujak, dikelilingi oleh teman-temannya yang sudah bersiap menangkap.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as sajak pantun
Read
+Library
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Persahabatan itu seperti padi di sawah, kelihatan kuat tapi bisa patah kapan saja.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo. Pagi di Sidomulyo terasa kelabu. Langit mendung, bau lumpur dan sisa asap masih menyelimuti desa. Ardi Santoso bersembunyi di gudang pasar, jantungannya berdegup kencang. Bioskop Mbak Sari hancur, dan gue masih buronan, pikirnya, keringat menetes di dahinya.
975 viewsCompletedAdded to Library 37 Times as sajak pantun
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status