Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suka Tapi Tak Cinta

Suka Tapi Tak Cinta

Gengsi, Karena belum pernah berbicara dengannya. “Loh kenapa? Biar kamu bisa tau dia udah sampai ayat berapa.” Salsa mendesakku. Kemudian aku pun setuju dan menghampirinya. “Jundi.” Sapaku. “I..i..iya..” jawabnya sambil melihat ke arahku. “kamu udah sampai surah Al-haqqoh?” “I..Iya.” “Ayat berapa?” “Iya..eh..eee a..ayat sep..sep..sepuluh.” Jawabnya gugup, ntah kenapa.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Terjerat Takdir Tuan Saka

Terjerat Takdir Tuan Saka

tanya Nico lagi setelah Saka diam saja tak menyahutinya. "Apanya yang happy? Apa kamu pernah lihat saya benar-benar happy kalau sama dia?" balas Saka kesal. "Minta inilah, itulah... Mau jalan ke sana, ke sini, makan total jutaan, belum lagi belanjaannya... Mau gila rasanya." Saka memijat keningnya yang terasa pening, nada suaranya penuh penyesalan dan jenuh.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Dalam kegelapan, manajer itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia mengangkat kakinya yang mengenakan sepatu hak tinggi, lalu menendang keras perut bagian bawahku. Rasa sakit yang luar biasa membuatku langsung meringkuk, perutku terasa bergolak hebat. “Siapa suruh kamu menghabiskan uang pacarku!” “Siapa suruh kamu menggodanya?!”
12.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

sahut Mami Dina, matanya berkaca-kaca. “Kayak baru kemarin mereka kita jodohkan.” Keduanya tersenyum, lalu saling menggenggam tangan. Bagian paling seru dari acara itu adalah melempar rujak khas tujuh bulanan. Rujak buah yang telah diaduk dengan sambal khas dibungkus dan dilempar ke arah tamu wanita yang belum menikah. Marsha berdiri sambil memegang bungkusan rujak, dikelilingi oleh teman-temannya yang sudah bersiap menangkap.
10873 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Persahabatan itu seperti padi di sawah, kelihatan kuat tapi bisa patah kapan saja.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo. Pagi di Sidomulyo terasa kelabu. Langit mendung, bau lumpur dan sisa asap masih menyelimuti desa. Ardi Santoso bersembunyi di gudang pasar, jantungannya berdegup kencang. Bioskop Mbak Sari hancur, dan gue masih buronan, pikirnya, keringat menetes di dahinya.
788 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Dia menghela napas dalam-dalam, dan rasa kesepian serta kesedihan terpancar di matanya. "Jika anak ini lahir di Bumi, dia pasti akan menjadi pangeran yang melankolis dan flamboyan..." Lin Yang mengeluh. Tak lama kemudian, semua kontestan naik ke panggung untuk membacakan puisi dan menggubah lirik, tetapi sebagian besar hasilnya biasa-biasa saja, dan beberapa bahkan mempermalukan diri sendiri. Apa maksud dari pepatah, "Sekumpulan ayam panggang terbang ke selatan, dan dua bebek panggang menuju ke utara"?
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Re-Wedding (Indonesia)

Re-Wedding (Indonesia)

Berbeda sangat jauh dengan dirinya. Ia sadar kok, Rani dan Saka seperti bumi dan langit. Tapi ya gimana, cintanya Rani ke Saka ibaratnya dari bulan dan tidak balik-balik lagi. Biasanya to the moon and back, kan? Ini ga balik lagi lho saking cintanya. Rani ga bisa cinta kalau setengah-setengah, apalagi mencintai Saka dengan sederhana seperti puisi Aku ingin.
9.216.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Ia tampak enggan membuat pantun juga tak pandai. "Hehe, tidak bisa," katanya menyengir. "Ah, tidak seru! Satu sajalah. Seorang pengacara masak tidak bisa pantun?" Alifa memaksa. Ketika dia menatap wajah Amanda antusias, dia menyadari bahwa dia membutuhkannya. "Baiklah." Ia terpekur sejenak dan mulai melontarkan pantunnya. "Satu...dua...tiga...adalah bilangan...."
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

“Abah Saya datang kemari di beri info dari ki Slamet.” “Ki Slamet?” “Iya, Saya dari Karawang Mbah dengan Lestari.” “Ya, Ki Slamet saya paham, Neng ada rencana apa datang kesini?” “Saya ingin pasang susuk Abah.” “Susuk apa Neng?” “Saya seorang sinden dan penari jaipong abah, kira-kira susuk apa yang pantas buatku?” “Susuk itu banyak Neng, ada susuk kantil, susuk emas atau susuk berlian, semua itu ada tingkatannya untuk membuka aura.”
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai sajak pantun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status