BENALU
Ah, sudahlah.
“Iya, capek baget, Papa,” jawabku dengan meniru gaya anak kecil yang lagi manja. Dia tersenyum lebar. Kemudian merangkul pundakku, “Yok, kita masuk!” ucapnya, kemudian kami beranjak.
“Assalamualaikum,” tok tok tok, Mas Romi mengucap salam seraya mengetuk pintu itu. Tak ada sahutan, derap kaki menuju ke pintu agar terbuka juga tak kami dengar. Sepi.