SELALU SALAH
setelah Mak Ida menghilang.
"Oh ya, lupa. Pembalut yang mana, Na?"
"Yang biasanya, Rat."
"Siap," sambil menyerahkan barangnya padaku.
"Ini uangnya, kembaliannya kasih permen aja, Rat."
"Terimakasih, Na," sambil menyerahkan permen padaku.
"Sama-sama," aku pun bergegas pulang.
"Mbak Risma aku duluan," pamitku
"Iya."
★★★★★
Hot Chapters