Pembalasan Wanita Terhina
Netra ini memanas, perasaan sedih bergelayut manja memeluk hati, seharusnya aku bahagia karena Fitri telah menerima balasan atas perbuatannya selama ini, wanita sombong itu akhirnya merasakan dinginnya lantai penjara dan kerasnya kehidupan di dalam sel, tapi, kini ia sedang hamil, anaknya tidak bersalah dan Bang Raihan menjadi ragu untuk menceraikannya, berulang kali bibir ini mengucap kata istighfar karena jauh di lubuk hati ini menyimpan rasa kepada lelaki yang masih berstatus masih menjadi suami orang.
Hujan semakin deras disertai angin kencang cukup membuat gamis ini sedikit basah.
"Maaf Bu, tunggu di dalam saja," ucap seseorang, saat aku menoleh, pria yang mungkin tiga tahun di bawahku,
Bab Populer