Sama-sama Egois
timpal Dito, ia melihat Hani, dan suami sudah datang mengenakan baju kembar, Hani mengenakan gamis berwarna putih, begitu juga suaminya memakai baju hem berwarna putih, tidak lupa juga tas yang ia bawa tas branded.
“Hay, maaf ibu, sama ayah telat dikit.” Hani menyengir karena merasa bersalah, padahal berangkatnya lebih dulu daripada Abidin.
“Kesasar, maklum kudet tidak paham sama daerah sini, ayahmu juga tidak paham sama G****e map.” Hani duduk bersebelahan dengan Bima, anak pertamanya.
Hot Chapters