Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DENDAM SANG WANITA PENGGODA

DENDAM SANG WANITA PENGGODA

Ini adalah minuman kesayangannya, tapi sepadan jika ditukar dengan kenikmatan yang akan didapat dari gadis itu. Di geladak utama, bagian depan. "Mari kita minum sampai mabuk. Bukankah ini harus dirayakan? Apa yang akan kita jual ke ibukota kali ini, pasti menjadi yang termahal dari apa yang pernah kita jual," ujar Pan, sambil meletakkan kendi itu di atas meja. Tuan Mo dan Chan, yang awalnya sedang bermain kartu langsung tersenyum lebar saat melihat kendi-kendi itu.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai sang pendosa
Baca
+Pustaka
Sang Pelindung Turun Gunung

Sang Pelindung Turun Gunung

Tapi orang terakhir yang turun tangan barusan adalah Jose Rich si Pisau Cepat, salah satu dari Tiga Pendekar Bambu! Jose Rich berasal dari keluarga seni bela diri. Sejak kecil dia sudah berlatih teknik pisau. Konon, kecepatan pisaunya begitu mengerikan hingga mampu melukai delapan titik di tubuh seseorang dalam sekejap mata. Dan dia juga adalah salah satu dari tiga petarung terkuat yang bekerja langsung di bawah bos Black Bamboo Corporation.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai sang pendosa
Baca
+Pustaka
Sang Pengawal

Sang Pengawal

Saat itulah Don Ramford pun mengangguk dan berkata, "Hmm." Saat itu Max justru langsung berpindah posisi hingga semakin dekat dengan penjaga keamanan dan berkata, "Panggil pimpinanmu kemari. Kami rombongan dari Don Ramford dan Nyonya Vanessa datang kemari untuk memberitahukan peralihan usaha Mulder pada Nyonya Vanessa dari Southbay." "Nyonya Vanessa dari Southbay?" Penjaga itu mengulang ucapannya.
9.573.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai sang pendosa
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Sang Pendosa

Cinta Untuk Sang Pendosa

jawabnya sambil menunduk. Gilang sekali lagi menghela napas berat. Ia sampai mengelus dada karena mendengar penjelasan wanita itu. “Emm.. apakah ibu bersedia melepaskannya dari pasung ini? Karena, pasung sangat berbahaya bagi penderita, saya akan membantu prosesnya hingga ibu ini sembuh. Bagaimana?” Ibu itu berpikir sebentar. “Baik dok. Tapi saya takut dia mengamuk lagi?”
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai sang pendosa
Baca
+Pustaka
SANG PETARUNG

SANG PETARUNG

Bobot fisiknya berada di angka ideal, tubuhnya tampak kencang dan dipenuhi otot yang padat tanpa ada lemak berlebih. Suasana aula mendadak menjadi dingin dan hening ketika pembawa acara memanggil nama pesaingnya: *Vargas*. Dari balik tirai hitam panggung, melangkah keluar sosok bertubuh tinggi besar bagaikan raksasa. Vargas memiliki tato motif tengkorak melingkar di lehernya, dengan otot-otot tebal yang tampak menonjol keras. Matanya merah dan menyinarkan aura kejam yang membuat beberapa wartawan di barisan depan merinding ketakutan.
914 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai sang pendosa
Baca
+Pustaka
SANG PEWARIS

SANG PEWARIS

Dengan suara yang lebih rendah dan tegas, ia berkata, “Pegangan yang kuat, kita gak bisa pulang dengan jalur biasa.” Haniyah mengangguk, tak lagi bertanya. Kepercayaan mutlak mengalir di antara mesin yang menderu dan mata tajam yang tak pernah berhenti mengawasi. Deru mesin motor Anandita beradu dengan detak jantung yang kini berpacu cepat. Jalur sempit yang mereka lewati mulai berkelok, dan motor hitam itu masih setia membayangi, tidak terlalu merapat tapi juga tidak jauh. Pemilik motor di belakang mereka pasti sadar kalau Anandita mencoba mengecoh mereka, tapi dia tidak berusaha mendahului, tetap menajaga jarak tapi tidak juga menjauh.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai sang pendosa
Baca
+Pustaka
Sang Pendekar

Sang Pendekar

Mereka sedang duduk santai di pinggiran ladang di tempat itu, Sargeni dan Soarna bersikap seperti orang ketakutan, ketika para prajurit itu tiba di hadapannya. "Hai, Petani! Apa kalian tahu tempat Padepokan Elang putih?" tanya Sugriwa menatap tajam ke arah Sargeni dan Soarna yang saat itu berpura-pura sebagai petani. "Kami tidak tahu, Den," jawab mereka serentak. "Jangan bohong kalian! Kalian akan tahu akibatnya jika berdusta!" gertak Sugriwa tampak geram mendengar jawaban dari Sargeni dan Soarna.
9.9166.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai sang pendosa
Tampilkan Ulasan (150)
Baca
+Pustaka
CahyaGumilar79
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir di cerita ini. Buat Reader semua yang suka dengan karyaku, kalian bisa mampir juga ke cerita lainnya. Pandu Kesatria Genda Yaksa, Wanara, Sang Pendekar Season 2. Segala bentuk dukungan dari kalian sangat berarti buat aku sebagai penulis. Terima kasih...
Zhu Phi
Kalau berkenan mampir ya kak Cahya di Ksatria Naga Phoenix Ditunggu review-nya dan sarannya Terima Kasih Numpang promote juga ya Kisah ini bersetting kerajaan, persilatan, fantasi, serta misteri yang tidak terpecahkan
Baca Semua Ulasan
SANG PEWARIS PERKASA

SANG PEWARIS PERKASA

Merasa ada yang aneh, Nacos segera menghampiri beberapa orang petugas yang berada di sekitar stasiun. "Aku melihat Tuan Muda Aaron yang sedang berkelahi dengan Tuan Marquez di atas kereta cepat. Aku menyesal karena tak bisa mengejar mereka." Nacos menarik nafas panjang mendengar penuturan salah satu petugas stasiun. "Kemana tujuan kereta itu?" Ia bertanya kemudian. "Salvador Timur." Nacos tercengang. Salvador Timur, itu kota kecil yang tak pernah ingin ia kunjungi seumur hidupnya. Di sana Panti Asuhan Trisula berada. Tempat yang paling mengerikan bagi Nacos.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai sang pendosa
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Dewa

Pendekar Pedang Dewa

teriak Khalid yang mulai geram karena merasa terjebak oleh permainan setiap orang di hadapanya. “Ini tidak hanya kami saja pendekar,” celetuk Wang Ge pendekar yang di juluki si Biksu Asura karena kekuatanya dia menduduki peringkat ke dua setelah Pendekar Zou Fan. Setelah Wang Ge berkata demikian, ratusan pendekar mulai keluar dari persembunyian mereka. Chyou Chen mulai menyeringai, karena sensasi detak jantungnya mulai berpacu semakin kuat. ’Apa ini akan menjadi akhir bagiku,’ batin Chyou Chen yang mulai merasakan getaran di kakinya.
942.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai sang pendosa
Baca
+Pustaka
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

Namun akhirnya Shelly berdeham, dan mulai mengajukan pertanyaan lagi, “Siapa pemimpin di kelompok ini? Apa kelompok ini punya nama?” “Nama? Nama untuk apa?” sahut Peter, sang Ksatria yang berambut jabrik khas tokoh kartun. Penampilan Peter sedikit berbeda dari yang Aslan lihat kemarin. Ksatria itu lebih rapi dan segar dibanding kemarin. “Apa Edgar tak memberitahu kalian? Kalian harus menyetorkan nama kelompok ke Duke Albert supaya nanti kalian dapat kendaraan saat melakukan perjalanan ke sana.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai sang pendosa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status