BUKIT TENGKORAK
gumam Cempaka menahan gemuruh di dadanya.
Seorang serdadu datang membuka ikatan jeruji kayu tempat Cempaka ditahan. Dengan sedikit paksaan, putri tertua gecik itu ikut berjalan menuju tempat Daalen dan wakilnya berdiri dengan menatap barisan bukit Gayo. Ia dipaksa untuk bertekuk lutut di depan dua serdadu Belanda berpangkat tinggi.
“Negeri seribu bukit ini begitu subur, bahkan lebih subur dari tanah kelahiran kita. Jika kita berhasil menaklukkannya. Kita akan dapat hadiah besar dari Ratu, Meneer,” ujar wakil Daalen.