Perawan Untuk Om Duda
Baru mengusapkan toner ke wajah, aroma kopi menyapa hidungnya.
Tuk!
Panji meletakkan cangkir kopi yang tersisa setengahnya di atas nakas, lalu membungkukkan badan sambil kedua tangannya membatasi ruang gerak Selma. Ada desiran aneh saat dada telanjangnya mengenai helai rambut gadis itu.
Selma nyengir kaku, lalu mengatakan, “Ehe, Om Panci mau pakai toner juga?” Gadis itu menempelkan kapas ke dahi Panji, mendorong wajah pria itu menjauh.