Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lembah Awan Berkabut

Lembah Awan Berkabut

“Kita harus menutup retakan itu!” Retakan di langit tiba-tiba membesar dengan suara robekan yang mengerikan. Dari dalamnya, bukan hanya gumpalan, tetapi sebuah bayangan yang lebih besar, dengan cakar bayangan, merangkak keluar, memancarkan aura kelaparan yang lebih kuat. Itu adalah Void Core, pusat dari invasi kecil ini. “Aku akan membukakan jalan!” balas Wang Yue.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as scream into the void
Read
+Library
Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Aku menyadari bahwa kami tak punya banyak waktu. Aku menariknya ke belakang sebuah drum besar yang berkarat, menekan punggungnya agar tetap merunduk. Langkah Voidborn semakin mendekat, suara gesekan logam yang aneh dan dengungan rendah bergema di udara, seolah mereka berkomunikasi satu sama lain melalui frekuensi yang hanya mereka pahami. "Saat aku memberi tanda, lari ke mobil dan nyalakan mesinnya," bisikku di telinganya.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as scream into the void
Read
+Library
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Raut penyesalan terpancar dari wajah Reviline saat pemuda itu menatapnya sendu. "Ak—" Belum sempat ia berbicara, pemuda Smith itu kembali membuatnya tersentak ketika tangannya ditarik dengan lembut hingga kepalanya membentur dada bidang milik Reviline. Masih mencermati apa yang terjadi tetapi dirinya begitu nyaman berada diposisi saat ini. Entah bagaimana, pemuda itu bahkan mengelus rambut pirangnya beberapa kali sampai membuat rasa takut Irene hilang begitu saja. Aroma mint menguar dari tubuh Reviline begitu memabukkan hingga membuat Irene merasa frustasi. Hingga perlahan-lahan kelopak matanya terasa berat ketika pemuda Smith itu membisikan sesuatu ditelinganya. Suaranya begitu samar sepert
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as scream into the void
Read
+Library
SACRIFICE

SACRIFICE

First melotot seraya menepuk pelan dadanya untuk meminimalisir rasa sesak, bahkan matanya berkaca-kaca dan tenggorokan terasa sangat perih. "KAU GILA!?" First berteriak kencang saat rasa sakit di tenggorokan juga sesak di dadanya mereda. Tanpa memperdulikan pengunjung cafe yang menjadikan mereka pusat perhatian karena teriakan First, juga posisi mereka. Dimana Thana yang sedang meletakkan satu tangannya di puncak kepala First, sedang tangan satunya yang menopang tubuh di meja dan condong ke depan. Dengan jarak mereka yang tidak lebih dari lima belas senti.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as scream into the void
Read
+Library
WANITA PENAKLUK SAMUDRA

WANITA PENAKLUK SAMUDRA

Dan kini, detak jantung itu berpacu dengan cemas. Gema dari Void-Fire Vardus Solara menembus lapisan-lapisan kedamaian. Bukan lagi ledakan brutal seperti Houtman, melainkan gelombang yang lebih halus, lebih metodis. Seperti racun yang perlahan menyebar, mengganggu aliran kehidupan, membelokkan arus Aether murni, dan meninggalkan jejak kekosongan di mana pun ia menyentuh. Mala merasakan penderitaan ikan-ikan di perairan selatan, kepanikan terumbu karang yang mulai merana. Dia terlalu dekat dengan inti.
10613 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as scream into the void
Read
+Library
ESCAPE

ESCAPE

Pemuda itu adalah Kevin yang sedang melambaikan tangannya dengan senyum semringah yang terpampang jelas di wajahnya, namun Ranti melihat jika anak kecil yang saat itu tengah bersamanya berubah menangis sesenggukan. “Ada apa?” tanya Ranti dan anak kecil tersebut menunjuk Kevin dengan telunjuk mungilnya dan kemudian menampakkan sosok Kevin yang sudah tergeletak di tanah dengan sekujur tubuh berlumurkan darah. Ranti terperanjat bangun dari tidurnya dan merasa jika ia sedikit kesulitan mengatur nafasnya. Itu karena ia masih merasa sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia mimpikan. Apakah itu menandakan sesuatu yang buruk? Yang pasti kini Ranti merasa tidak nyaman. Kemudian tiba-tiba saja Ran
103.1K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as scream into the void
Read
+Library
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Matanya bersinar seperti bara yang baru menyala. Inilah wujud sejati Drakenis. Ia menunduk pelan, tangan kanannya membentuk segel di udara. “Void Slash...” Suara gumamannya seperti mantra kehampaan. Dan seketika itu juga, udara di sekitarnya retak seperti kaca, menciptakan ilusi seakan dunia sendiri menolak keberadaannya. “RAIN OF DEMON SWORDS!!” Langit merintih.
1053.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as scream into the void
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Ia meniru suara orang-orang yang pernah Lena kenal suara ibunya, suara Adrian, bahkan suara Penulis Pertama. Namun semua suara itu memiliki kekosongan di dalamnya. Seperti gema dari mulut yang tidak percaya pada dirinya sendiri. “Kalau kamu tidak bisa mengingatnya,” kata suara Void-0 dengan nada penuh tipuan, “berarti itu tidak pernah terjadi.”
1.9K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as scream into the void
Read
+Library
Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

Obsesi tidak pernah datang dengan suara keras. Ia tidak mengetuk pintu atau juga meminta izin. Ia masuk perlahan—tanpa disadari— hingga suatu saat, sudah terlalu dalam untuk diusir. Dan Elvano Arvan Pranama... baru menyadarinya ketika semuanya sudah terlambat. .... Pagi itu terasa lebih sunyi dari biasanya.
655 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as scream into the void
Read
+Library
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

“Cepat sekali…” Angel tidak memberi ruang berpikir. Ia menancapkan Voidfang ke tanah, bilahnya bergetar seperti memanggil sesuatu yang jauh lebih tua dari dunia ini. Bibirnya bergerak dalam mantra yang hanya setengah terdengar. “Mournblade Requiem.”
1030.1K viewsCompletedAdded to Library 872 Times as scream into the void
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status