Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Perjalanan pulang-pergi dalam satu hari, waktunya pas sekali. Ketika matahari mulai tenggelam, dia berjalan perlahan di sepanjang jalur pejalan kaki di tepi Sungai Saine menuju arah toko hiasan rambut bunga. Tiba-tiba, dia melihat seorang pria di depan sana sedang melamun menatap permukaan sungai. Awalnya, Shasa tidak begitu memperhatikan dan terus berjalan santai.
12.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 496 kali sebagai sebelum cahaya
Baca
+Pustaka
Cahaya di Bandung

Cahaya di Bandung

Lita menjawab dengan "Eh, gua serius nih," dengan mimik muka tersenyum tipis, menambah keunikan suasana pertemuan kami. Lita pun bergabung dalam obrolan kami, dan suasana semakin hangat. Kami bercerita tentang kisah perjalanan masing-masing, menggoda satu sama lain, dan menertawakan momen-momen lucu di tengah kesibukan menyusun barang. Hari pun berlalu dan kita akan segera Bersiap untuk memeprsiapkan diri ospek di hari senin nanti.
91.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai sebelum cahaya
Baca
+Pustaka
Tersesat Di Dunia Pendekar

Tersesat Di Dunia Pendekar

Suaranya bergema ke seluruh penjuru ruangan. "Teknik cahaya; iluminasi!" Ki Demang menciptakan bola cahaya tepat di belakang punggung Mohasa. Bola cahaya itu meledak dan berpendar cepat. Ledakannya menciptakan cahaya terang berwarna putih keemasan yang begitu terang. HWAAARRGGGH!!! Mohasa yang terkena ledakan itu tidak bisa lari ke mana pun. Dalam sekejap mata, seluruh kegelapan di aula itu berubah menjadi putih terang.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai sebelum cahaya
Baca
+Pustaka
Project Darah Malaikat

Project Darah Malaikat

Cahaya itu kian melebar hingga menyelimuti tabir cahaya merah. Lalu, setelah tak se-inchi-pun dari tabir cahaya merah itu yang terlepas dari cahaya terang yang berasal dari bola gaibku, tabir cahaya yang besar itu pelan-pelan memendar. Pendaran cahaya itu membuat area di sekitar titik merah di dasar Anbar itu terang benderang. “Kurang ajar!” Suara laki-laki yang terdengar parau itu mengumpat.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai sebelum cahaya
Baca
+Pustaka
Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1

Cahaya berkumpul menjadi sebuah bola dan terbentuk di udara. Bola itu sangat bersinar. Fane bahkan tidak bisa membuka matanya ketika dia mencoba melihat ke atas. Setelah cahaya terbentuk, tiba-tiba melesat ke arah Fane. Fane mundur selangkah, tetapi dia tetap di tempatnya setelah tidak merasakan jejak serangan dari bola itu. Dia mengerutkan kening karena khawatir ketika bola itu berhenti di depannya.
9.17.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159.9K kali sebagai sebelum cahaya
Tampilkan Ulasan (2320)
Baca
+Pustaka
Feeryal Faris
novel yang menarik tetapi entah kenapa penulis gagal meneruskan jalan ceritanya. sepatutnya jika perlu menamatkan ceritanya, harus diakhiri dengan kembalinya watak utama kepada keluarganya. persoalannya sekarang bagaimana situasi ahli keluarga watak utama terutamanya isteri dan anaknya??
Adriell Stanley
jalan cerita sangat baik cuma bab tamatnya sangat tak masuk akal...banyak persoalan² tak dapat di jawab di bab akhir.sangat kecewa tamat begitu saja.sekurang²nya biar la si fane merasa kebahagian yang tak terbatas diatas kepenatannya menuju ke pejuang no satu .
Baca Semua Ulasan
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Nada itu tidak keras, tetapi ia memotong raungan monster dan desingan sunyi para makhluk bayangan dengan begitu mudah seolah-olah kebisingan itu tidak pernah ada. Semua orang, baik manusia maupun bayangan, membeku. Keheningan yang tiba-tiba terasa lebih memekakkan telinga daripada hiruk pikuk pertempuran tadi. Dari pusat robekan hitam di langit, sebuah titik cahaya muncul. Bukan cahaya matahari yang terik atau api yang membakar, melainkan sebuah cahaya lembut yang seolah ditenun dari benang-benang fajar dan senja sekaligus.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai sebelum cahaya
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Cahaya jingga berubah menjadi cahaya biru pucat. Di baliknya terbentang ruang baru. Hamparan luas seperti taman. Rumput lembut berkilau oleh embun. Bangku-bangku kayu tersebar di antara pohon kecil yang daunnya berbentuk kalimat. Jalur batu mengarah pada horizon yang diselimuti cahaya fajar. Langitnya bukan malam lagi. Ia adalah detik-detik paling sunyi sebelum pagi.
996 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai sebelum cahaya
Baca
+Pustaka
The Werewolf's Bride

The Werewolf's Bride

Zevariel mengerutkan dahinya. "Kak, itu bukan cahaya biasa. Aku tidak tahu kenapa, tapi cahaya itu terasa.. hidup. Aku melihatnya langsung kak, di depan mataku. Cahaya yang sangat indah itu mengalir dari kak Liora, lalu masuk ke pedangnya. Dan di setiap tebasannya, ukh.. rasanya seperti aku menahan serangan yang jauh lebih kuat dariku. Aku hampir tidak bisa menahan serangannya kak," tambah Kael.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai sebelum cahaya
Baca
+Pustaka
Jalan Sunyi sang Pendekar

Jalan Sunyi sang Pendekar

Sebelum batu hitam raksasa itu menyentuh dinding formasi, sebuah cahaya yang sangat terang memancar dari dalam formasi. Cahaya itu menyebar dalam radius yang sangat luas seperti sang surya yang menyinari dunia. Bahkan, cahaya itu sampai membuat Lembah Batu Hitam yang konon tidak pernah dilalui cahaya matahari menjadi terang, membuat semua energi negatif yang ada di area itu lenyap seketika. Beberapa saat setelah cahaya itu mereda, bayangan cahaya itu menatap Yin Yao yang kini masih memejamkan mata. Dia tadi memang reflek memejamkan mata saat teknik cahaya yang sangat terang itu aktif.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai sebelum cahaya
Baca
+Pustaka
Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Di dada bayi itu, ada cahaya samar seperti bintang mini, berdenyut lambat. “Bukan tanda lahir...” gumamnya. “Ini... formasi cahaya?” Namun begitu ia memandang lebih dekat—bayangan halus muncul tepat di balik cahaya itu. Seolah di balik terang... ada sesuatu yang mengawasi. --- Pertemuan di Balai Cahaya
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai sebelum cahaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status