Penyesalanku
Uma terkikik sendiri mendengar ucapanku, mungkin dia menertawakan aku, yang tak pandai berbohong.
"Mas, ini kita langsung pulang? Nggak capek? Semalam tidur larut banget lho, mana harus nyetir jauh lagi, aku takutnya kamu kecapean. Gimana kalau kita cari hotel terdekat, mumpung di sini, kita sekalian jalan-jalan. Anggap saja bulan madu," usul Uma.
"Bulan madu? Tuh lihat belakang," ucapku, menolehkan kepala ke belakang, di mana Alfa dan Via sedang tertidur pulas.
Bab Populer