Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Akting Jadi Pendamping

Dari Akting Jadi Pendamping

Hari-hariku terasa sepi Namun tetap kulalui Meski tanpamu Kekasih Jadi pergi saja dari hidupku Karena aku lelah Merasa sendiri Lagu Senja Tidakkah kau tahu Dadaku terasa sesak Karena merindukanmu Selalu merindukanmu Dan hanya merindukanmu Tak dapat kuungkap dengan kata Atau pun air mata Tak ada waktu yang terbuang Tanpa merindukanmu Tak ada malam yang terlewat
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai seberapa senja kamu
Baca
+Pustaka
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

“Namamu bagus sekali, memang cocok dengan orangnya. Begitu berkilau, bersinar dan indah. Senja, adalah cahaya yang menyinari bumi, sisa-sisa matahari yang akan tenggelam dan terlihat begitu memukau. Apa kau tidak sadar jadi peserta paling tampan, paling unggul dan paling menawan dari pria yang lainnya?” Manda sedang menghibur atau sedang menyanjung-nyanjungkan Senja? Pria itu bisa saja jadi besar kepala.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 490 kali sebagai seberapa senja kamu
Baca
+Pustaka
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

“Brengsek.” Kalimat itu keluar datang. Namun dari nada bicaranya, jelas sekali ada amarah yang sedang ditahan. Levian langsung mengernyit lebih dalam. “Separah itu?” Lintang tertawa napas kecil tanpa humor. “Lebih.”
771 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai seberapa senja kamu
Baca
+Pustaka
Menjadi Kekasih Bayaran Pak Dosen Dingin

Menjadi Kekasih Bayaran Pak Dosen Dingin

Masih menatap wajah adem suaminya, Senja mendekat lagi. "Kok nggak ada rasa apa-apa. Kata Fifi bikin ketagihan. Yang benar yang mana, sih?" ucap lirih Senja yang masih polos. Tanpa ragu dia ulang lagi dan cukup lama dari yang semula hanya sepersekian detik.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai seberapa senja kamu
Baca
+Pustaka
Biarkan aku pergi

Biarkan aku pergi

ucapku seraya menyalakan mode loudspeaker di ponsel milikku itu. "Hallo, sweety heart!! Apakah kau merindukan bibimu yang cantik ini?!" "Bibi, Pam! Kapan kau dan uncle Sam akan mengajakku jalan-jalan lagi?!" "Wah, kau benar-benar rindu kami ya! Hehehe, tentu saja jika kau mau weekend besok kita bisa bertemu lagi, Aaron sayang."
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai seberapa senja kamu
Baca
+Pustaka
Setiap Momen adalah Kamu

Setiap Momen adalah Kamu

ucap Yusuf, senyumannya melebar. Dona terkesiap. Dona menarik pandangannya. Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. “Maksudnya?” Dona menelisik, mengangkat alis. “Aku tidak perlu menunggu jawabanmu, untuk mempersiapkan semua yang kamu impikan, Don.” “Mas, tapi ini berlebihan. Aku hanya sekadar menceritakan impian masa kecil, yang belum sempat aku rasakan.”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai seberapa senja kamu
Baca
+Pustaka
Penyesalanku

Penyesalanku

Uma terkikik sendiri mendengar ucapanku, mungkin dia menertawakan aku, yang tak pandai berbohong. "Mas, ini kita langsung pulang? Nggak capek? Semalam tidur larut banget lho, mana harus nyetir jauh lagi, aku takutnya kamu kecapean. Gimana kalau kita cari hotel terdekat, mumpung di sini, kita sekalian jalan-jalan. Anggap saja bulan madu," usul Uma. "Bulan madu? Tuh lihat belakang," ucapku, menolehkan kepala ke belakang, di mana Alfa dan Via sedang tertidur pulas.
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 612 kali sebagai seberapa senja kamu
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

"Gak popo, Lif. Lain kali ketemu lagi." "Nggih.." *** Neng Lia Secercah impian kian mengena. Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai seberapa senja kamu
Baca
+Pustaka
Aku Tidak Bisa Membencimu

Aku Tidak Bisa Membencimu

“Reiga… kau mabuk. Tidurlah.” Namun Reiga justru menariknya lebih dekat. Tatapannya kelam, matanya merah, antara sadar dan hilang kendali. “Aku benci kau,” ucapnya dengan napas berat. “Setiap hari, setiap kali aku melihatmu, aku merasa… terbakar.” “Kalau kau benci, kenapa masih memintaku pulang bersamamu?” suara Fhi pelan tapi tegas. “Aku tidak pernah bermaksud membuatmu menderita.”
788 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai seberapa senja kamu
Baca
+Pustaka
Anak Jenderal & Ajudan

Anak Jenderal & Ajudan

Sambalnya juga tidak terlalu pedas, jadi perutku aman setelah memakannya. Senja juga ikut makan bersama kami, padahal biasanya ajudan makan bersama. Tapi sepertinya keluargaku, bisa menerima kehadiran Senja dengan baik. "Usiamu berapa?" tanyaku penasaran. Karena wajah Senja, terlihat begitu cantik. Eh, salah, maksudnya terlihat masih sangat muda. "Sembilan belas tahun." Aku langsung mengernyit kaget mendengarnya.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai seberapa senja kamu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status