Two Side
AZAZEILcerita malam pertama yang sweetrembulan tenggelam di wajahmu
Gemintang di angkasa, kian memudar silih berganti dengan jatuhnya air mata alam.
Bulir indah sejernih kaca jatuh perlahan membasuh tubuh kalian, menutupi derasnya air mata uang jatuh membasahi tanah. Dingin nan lembutnya angin malam menerpa tubuh kalian, hingga membuat bulu kecil di sekujur tubuh berdiri karena perubahan suhu yang secara tiba-tiba. “Haa ... sebaiknya kau pulang, Ahiko. Sebelum tubuhmu benar-benar membeku,” ujarmu seraya menampilkan senyum lebar yang dipenuhi kepalsuan dan kesedihan.