Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang
*
*
Di sisi lain tempat, jauh dari keramaian alun-alun, suasana di dalam sebuah kamar luas justru terasa ribut dengan cara yang berbeda.
Tuan Bastian berdiri di depan cermin besar, tubuhnya tegap meski usia telah menggerogoti rambut dan wajahnya. Di tangannya tergenggam hanfu berwarna biru gelap yang baru saja ia kenakan.
“Menurutmu ini bagus?” tanyanya sambil memutar badan, menatap bayangannya dari berbagai sudut.
Sin, yang berdiri di samping dengan tangan membawa tumpukan pakaian lain, menghela napas panjang. “Tuan, yang itu sudah sangat bagus.”