MENYESAL MENDUAKANMU
Menghela napas pelan dengan seulas senyum tipis.
Tenang saja, Fandi. Aku tidak akan melakukan kesalahan untuk kesekian kalinya. Justru, aku berharap dan berdoa kalian selalu bersama dan bahagia.
"Assalamu'alaikum," salamku saat memasuki rumah.
"Wa'alaikumsalam," jawab Papa yang sedang menyuapi Mama bubur," bagaimana? Sudah dapat kerjaan, Mal?"
Aku menggeleng frustasi, lalu mengempaskan pantat di sofa samping Papa.