Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Into You

Into You

Raungan perut mereka pun terdengar oleh Sekar yang langsung memanggil akang pelayan untuk memesan. Radit memesan menu yang paling best seller di restoran ramen tersebut. Sekar memesan Ramen Seafood dan Saras memesan Ramen Katsu karena ia penasaran bagaimana rasa ramen kesukaan Brian. Akang pelayan mencatat pesanan mereka kemudian berlalu pergi. Tak lama, telepon seluler Sekar berbunyi. Tertulis nama Brian disana.
104.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 134 Beses bilang sensei ramen
Read
+Library
Kesandung Cinta Dokter Brondong

Kesandung Cinta Dokter Brondong

Aroma harum ramen membuat perut Nirmala terasa lapar, sebenarnya hanya itu makanan yang dia tahu jadi tanpa pikir panjang Nirmala memesannya, mengabaikan saran Radit untuk mencoba berbagai menu yang menyebut namanya saja Nirmala kesulitan. “Terima kasih.” Pelayan itu mengangguk ramah dan berlalu. “Jadi benar kamu tidak mau mencicipi sushi ini?” “Nggak deh makasih, aku nggak suka daging mentah.” “Padahal ini enak, lho.” “Enakan mana sama masakanku.” “Ya jelas enakan masakan calon nyonya, nggak ada duanya itu mah.”
109.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 266 Beses bilang sensei ramen
Read
+Library
Jodoh di Tangan Kakek

Jodoh di Tangan Kakek

ucap Rafif. Mereka lalu makan siang di restoran ala jepang. Alea memesan sebuah sushi dan takoyaki kesukaannya, sementara Rafif memesan ramen. Alea makan dengan lahap seperti biasa, tapi Rafif tiba-tiba merasakan mual saat suapan pertama masuk ke mulutnya. “Kamu kenapa mas?” tanya Alea. “Gak tahu, Al. Rasanya aku tidak sanggup mencium aroma ramen ini,” jawab Rafif.
3.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 118 Beses bilang sensei ramen
Read
+Library
Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Aroma angin malam yang murni, bau aspal basah, dan hangatnya tubuh Hiroshi menjadi sensorik utama yang meruntuhkan sisa-sisa dinding pertahanannya. Mereka berhenti di sebuah kedai ramen pinggir jalan yang sederhana di pinggiran kota. Hanya sebuah tenda kain dengan lampu kuning temaram yang bergoyang ditiup angin. Bau kaldu babi yang kental, irisan daun bawang yang segar, dan uap panas yang membumbung menyambut mereka. Tidak ada pelayan berseragam, tidak ada reservasi meja privat. Hanya mereka, duduk di bangku kayu panjang di samping para pekerja bangunan yang baru pulang lembur. "Dua ramen spesial," pesan Hiroshi.
1.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 33 Beses bilang sensei ramen
Read
+Library
Toxic Boss

Toxic Boss

tanya Delina tampak jijik melihat makanan tersebut. "Kau mau makan ramen?" tanya Abi. Delina menelisik menu makanan ramen tersebut. Menu tersebut adalah makanan Jepang dengan hidangan khusus sup kuah yang dihidangkan dengan pelengkap daging atau ikan, lalu diberi rasa dengan Soy Sauce atau Miso, lalu toppingnya yang bervariasi mulai dari irisan daging, rumput laut kering, Menma dan bawang goreng.
1034.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang sensei ramen
Read
+Library
Pemuas Hasrat CEO Dingin

Pemuas Hasrat CEO Dingin

Nora duduk pelan, meletakkan tasnya di samping kursi. Dewa menggeleng. “Aku juga baru sampai. It’s okay.” Suasana ruangan terasa hangat tapi kaku. Dewa menuangkan teh ke dalam dua cangkir kecil. Aroma melati menguar lembut di antara meja kayu bundar. Tak lama, seorang pelayan masuk membawa dua mangkuk ramen khas Sichuan, lengkap dengan lauk tambahan dan sepiring dim sum.
106.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 228 Beses bilang sensei ramen
Read
+Library
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Keningnya mengerut, sudah seperti lansia. “Bapak kenapa? Kok nggak makan?” tanya Mentari dengan mulut penuh dan nada polos. Dia kembali menyuapkan ramen ke dalam mulutnya dan mengambil sepotong gyoza. Mendengar itu, Senja tergeragap, lalu kembali berdeham dan mulai menyantap udon pesanannya.
109.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 325 Beses bilang sensei ramen
Read
+Library
Dijebak Om Mafia, Dinikahi CEO Muda

Dijebak Om Mafia, Dinikahi CEO Muda

Ditambah dedaunan yang menjadi penghias karena sakura bermekaran, semakin menambah keindahan taman tersebut. “Karan, aku ingin makan ramen. Jepang yang terkenal dengan ramen, tentu harus kita cicipi. Ayo!” Ailyn yang merasa puas berjalan, mengajak suaminya untuk makan siang. “Kau tahu kenapa ramen bentuknya panjang?” tanya Karan. “Kenapa?” Ailyn balik bertanya. “Karena melambangkan panjangnya kehidupan kita.” Karan memeluk dari samping.
104.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 107 Beses bilang sensei ramen
Read
+Library
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Namun tanpa berkata apa pun ia mengangkat tangannya memanggil pelayan yang berdiri di dekat dinding. Seorang pelayan segera mendekat. “Ada yang bisa dibantu, Pak Atlas?” “Di sini ada ramen?” tanya Atlas langsung tanpa basa-basi berlebih. Pelayan itu mengangguk. Jawaban yang membuat Atlas menoleh pada Aruna. “Pedas?” Aruna tersenyum kecil. “Extra pedas.” Atlas kembali pada pelayan itu. “Ramen extra pedasnya dua. Dengan tambahan telur setengah matang.”
104.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 103 Beses bilang sensei ramen
Read
+Library
Kau Madu Aku Kuselingkuhi Dirimu

Kau Madu Aku Kuselingkuhi Dirimu

Mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah restoran ramen yang sangat terkenal di kawasan Shibuya, memberikan pengalaman kuliner yang luar biasa. Di restoran yang dipenuhi aroma harum hidangan khas Jepang, mereka berlima duduk bersama di meja yang nyaman. Kelima orang tersebut penuh dengan antusias menatap menu dengan kegembiraan. Clara memesan ramen babi khas Jepang untuk dirinya dan anaknya, sementara Christan, Hana dan Nana masing-masing memesan ramen dan karage.
9.913.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 357 Beses bilang sensei ramen
Ipakita ang mga Review (14)
Read
+Library
Almeira. S
Maaf guys, othor gak update2 soalnya banyak banget kerjaan. Dan ada proyek baru, hehe. By the way, cerita ini sudah menuju tamat ya guys. :) Maaf, kalau ada kesalahan kata, typo, atau nggak bisa balas komenan readers satu persatu. Soalnya sih, gak bisa dibaca ya :(
Mala
Nih cowok, ampuh dh. bner2 bkin risih & jijik. gk ada abisnya bkin clara ngerasa annoying! smpe berasa kek mau nabok aja gw.. gk ngrti deh, duh, bner2 bkin emosi baca ceritanya, serius deh. udhlah, smoga akhir cerita dia dpt karma setimpal, jgan smpe endingnya sad!!!
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1234568
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status