Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jodoh di Tangan Kakek

Jodoh di Tangan Kakek

ucap Rafif. Mereka lalu makan siang di restoran ala jepang. Alea memesan sebuah sushi dan takoyaki kesukaannya, sementara Rafif memesan ramen. Alea makan dengan lahap seperti biasa, tapi Rafif tiba-tiba merasakan mual saat suapan pertama masuk ke mulutnya. “Kamu kenapa mas?” tanya Alea. “Gak tahu, Al. Rasanya aku tidak sanggup mencium aroma ramen ini,” jawab Rafif.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai sensei ramen
Baca
+Pustaka
Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Aroma angin malam yang murni, bau aspal basah, dan hangatnya tubuh Hiroshi menjadi sensorik utama yang meruntuhkan sisa-sisa dinding pertahanannya. Mereka berhenti di sebuah kedai ramen pinggir jalan yang sederhana di pinggiran kota. Hanya sebuah tenda kain dengan lampu kuning temaram yang bergoyang ditiup angin. Bau kaldu babi yang kental, irisan daun bawang yang segar, dan uap panas yang membumbung menyambut mereka. Tidak ada pelayan berseragam, tidak ada reservasi meja privat. Hanya mereka, duduk di bangku kayu panjang di samping para pekerja bangunan yang baru pulang lembur. "Dua ramen spesial," pesan Hiroshi.
834 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai sensei ramen
Baca
+Pustaka
Toxic Boss

Toxic Boss

tanya Delina tampak jijik melihat makanan tersebut. "Kau mau makan ramen?" tanya Abi. Delina menelisik menu makanan ramen tersebut. Menu tersebut adalah makanan Jepang dengan hidangan khusus sup kuah yang dihidangkan dengan pelengkap daging atau ikan, lalu diberi rasa dengan Soy Sauce atau Miso, lalu toppingnya yang bervariasi mulai dari irisan daging, rumput laut kering, Menma dan bawang goreng.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai sensei ramen
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat CEO Dingin

Pemuas Hasrat CEO Dingin

Nora duduk pelan, meletakkan tasnya di samping kursi. Dewa menggeleng. “Aku juga baru sampai. It’s okay.” Suasana ruangan terasa hangat tapi kaku. Dewa menuangkan teh ke dalam dua cangkir kecil. Aroma melati menguar lembut di antara meja kayu bundar. Tak lama, seorang pelayan masuk membawa dua mangkuk ramen khas Sichuan, lengkap dengan lauk tambahan dan sepiring dim sum.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai sensei ramen
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Keningnya mengerut, sudah seperti lansia. “Bapak kenapa? Kok nggak makan?” tanya Mentari dengan mulut penuh dan nada polos. Dia kembali menyuapkan ramen ke dalam mulutnya dan mengambil sepotong gyoza. Mendengar itu, Senja tergeragap, lalu kembali berdeham dan mulai menyantap udon pesanannya.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai sensei ramen
Baca
+Pustaka
Dijebak Om Mafia, Dinikahi CEO Muda

Dijebak Om Mafia, Dinikahi CEO Muda

Ditambah dedaunan yang menjadi penghias karena sakura bermekaran, semakin menambah keindahan taman tersebut. “Karan, aku ingin makan ramen. Jepang yang terkenal dengan ramen, tentu harus kita cicipi. Ayo!” Ailyn yang merasa puas berjalan, mengajak suaminya untuk makan siang. “Kau tahu kenapa ramen bentuknya panjang?” tanya Karan. “Kenapa?” Ailyn balik bertanya. “Karena melambangkan panjangnya kehidupan kita.” Karan memeluk dari samping.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai sensei ramen
Baca
+Pustaka
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Namun tanpa berkata apa pun ia mengangkat tangannya memanggil pelayan yang berdiri di dekat dinding. Seorang pelayan segera mendekat. “Ada yang bisa dibantu, Pak Atlas?” “Di sini ada ramen?” tanya Atlas langsung tanpa basa-basi berlebih. Pelayan itu mengangguk. Jawaban yang membuat Atlas menoleh pada Aruna. “Pedas?” Aruna tersenyum kecil. “Extra pedas.” Atlas kembali pada pelayan itu. “Ramen extra pedasnya dua. Dengan tambahan telur setengah matang.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai sensei ramen
Baca
+Pustaka
Kau Madu Aku Kuselingkuhi Dirimu

Kau Madu Aku Kuselingkuhi Dirimu

Mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah restoran ramen yang sangat terkenal di kawasan Shibuya, memberikan pengalaman kuliner yang luar biasa. Di restoran yang dipenuhi aroma harum hidangan khas Jepang, mereka berlima duduk bersama di meja yang nyaman. Kelima orang tersebut penuh dengan antusias menatap menu dengan kegembiraan. Clara memesan ramen babi khas Jepang untuk dirinya dan anaknya, sementara Christan, Hana dan Nana masing-masing memesan ramen dan karage.
9.913.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai sensei ramen
Tampilkan Ulasan (14)
Baca
+Pustaka
Almeira. S
Hi, my precious reader. Untuk yang sudah membuka bab 81 pada hari ini, tolong dibuka kembali hari senin yah. Soalnya, ada beberapa bagian penting yang othor lupa masukkan. Setelah diedit, akan di acc pada hari kerja. Mohon maaf sebesar-besarnya, dan terima kasih banyak.
Mala
Nih cowok, ampuh dh. bner2 bkin risih & jijik. gk ada abisnya bkin clara ngerasa annoying! smpe berasa kek mau nabok aja gw.. gk ngrti deh, duh, bner2 bkin emosi baca ceritanya, serius deh. udhlah, smoga akhir cerita dia dpt karma setimpal, jgan smpe endingnya sad!!!
Baca Semua Ulasan
Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat

sapa pemilik Ramen yang merupakan pasangan suami-istri tua. Yang Bella tahu, suaminya adalah orang yang pernah bekerja di Jepang dan membuka kedai ramen ketika kembali ke Indonesia. Makanya, tempat ini cukup ramai meski kecil. Ini semua karena rasanya yang khas dan berbeda dari kedai ramen biasanya. “Wah, sudah lama sekali tidak melihat kamu kemari, sibuk banget, ya?” sapa wanita itu sembari memberikan daftar menu kepada Bella.
9.447.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai sensei ramen
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status