Ide Gila Bapak!
Merinding sekujur badan bila mengingat hal tersebut.
Siapa sangka, Allah rupanya mengirim Bibi. Meski dengan kematian suaminya, Bibi juga tak punya anak.
Aku pikir jalan mereka akan sangat mudah, In Syaa Allah keluarga akan setuju. Dibanding Bibi luntang-lantung, aku sudah nyaman bersamanya.
"Apa kamu nggak papa kalau kami melangkah lebih dulu?" Bibi bertanya.
"Jelas nggak papa, Bi. Niat baik jangan ditunda, Bismilah ini yang terbaik." Kugenggam tangan beliau, aku yang tak sabar dengan pernikahan mereka.
Sikat na Kabanata