Jodoh Kesasar
jawabnya santai.
“Tapi, kan aku nggak mau berhutang budi sama kamu, aku minta nomor kamu dulu deh, nanti aku cicil gak apa-apa ya,” ucapku ragu-ragu. Takut ditertawakan, tapi ternyata dia malah menahan senyum.
Kami lalu bertukar nomor telepon, dan sejak hari itu, kamu rajin berkomunikasi.
“Na.” Panggilan Yudha menyadarkanku dari lamunan. Dari sekian banyak orang, hanya Yudha yang memanggilku ‘Na’ bukan Nabila, atau Bila.
Hot Chapters