TEMAN WANITA AYAHKU
“Gimana, Bun?”
Ida mendekat, suaranya menurun, seolah membisikkan strategi perang. “Pertama, pancing dia pakai harapan palsu. Bikin dia ngerasa hampir menang, terus tarik semuanya tiba-tiba. Kedua, sebar narasi balik biar orang gak tahu siapa yang bener, siapa yang salah. Ketiga, sentuh titik lemahnya. Semua orang pasti punya. Dan terakhir jebakan emosional. Bikin dia meledak sendiri karena gak tahan tekanan.”
“Menurut Bunda, yang paling memungkinkan dan bagus, cara yang mana?” tanya May tersenyum kecil, ada lega yang menyelinap setelah mendengar strategi dari bundanya.