Nilakandi
tambah Evan, yang sering dipanggil The Second Diwana saking rajinnya.
"Eh apa sekretarisnya aja ya? aku belum pernah kontak secara pribadi juga sih, tapi Pak Jovyan kayanya lebih friendly," timang perempuan bersurai coklat muda itu.
"Pak Jovyan? Friendly? Iya, sih, kalau ke cewek, apalagi cantik, huh... Yaudah, hubungin gih cepet. Kali aja tahu Pak Diwana kemana, atau minimal bisa ngasih solusi," sambung Evan agak sinis, merotasikan bola matanya saat Jeanne berpaling menatap layar handphone. Ada sesuatu yang bergejolak di dalam sana. Hatinya mendadak kesal, tapi Evan yang bodoh tak mengerti karena apa. Jeanne pun segera menghubungi Jovyan meskipun awalnya sangsi.
Hot Chapters