Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Bisikan yang Menembus Sunyi Dalam keheningan itu, suara lembut muncul dari dalam kesadaran He Sura. Bukan suara manusia—melainkan resonansi dari Heavanly Dao miliknya sendiri. “Ayahhanda He Sura…” suara itu lembut, nyaris seperti nyanyian, “Ayah tahu ia tak pantas menanggung kebenaran. Tapi sampai kapan kau akan memendam luka itu sendirian?”
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Isyarat diam dia pinta dengan meletakkan jari telunjuknya di depan bibir. Menunggu dalam keheningan. Bulan sabit mulai turun. Langit tetap redup, terselubung kepekatan. Udara dingin menerpa badan. Suara binatang malam memenuhi telinga. Aku bersedekap. Tertunduk dengan sorot mata menekuri tanah. Sahira menciptakan suara tandingan dengan bermain kerikil kecil di bawah kakinya. Mengocoknya di dalam dekapan telapak tangan, sebelum kemudian melemparnya satupersatu serampangan. "Sah, hentikan. Salah-salah malah kenak makhluk tak kasat mata."
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Sweet Passion

Sweet Passion

batin Gea. "Bukalah matamu, aku ada di depanmu sekarang!" seru Ale membuat konsentrasi Gea kabur. Gea membuka matanya, wajah mereka begitu dekat, detak jantung mereka pun seperti menari dengan sangat cepat. Mereka bahkan bisa saling mendengarkan detak jantung satu sama lain. Mata mereka jelas mengatakan jika mereka saking merindukan. Namun, keegoisan jiwa mereka lebih kuat untuk tidak mengungkapkannya.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Kapan dan di mana aku tak tahu. "Konsentrasi pada zikirmu, tidak usah memikirkan sesuatu yang belum bisa kamu temukan jawabannya." gumaman Sopyan yang masih bisa kudengar. Perlahan kesadaranku mulai menghilang dan sukmaku pun melayang pergi. Belum juga pergi jauh, aku tersentak dinginnya tetesan air di wajahku yang mampu membuat kesadaranku kembali.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
The Gray Silhouette of Love

The Gray Silhouette of Love

Aku berusaha lari dan memberinya jarak, tapi dia menahanku dengan begitu erat, seakan tak dia ijinkan barang sedikitpun menjauh dari wajahnya. “Lima menit. Biarkan aku bersandar padamu seperti ini, lima menit” mintanya. Tak ada percakapan diantara kami. Semua hanya hening. Yang ada hanya percakapan hati dalam hening. Dan perasaan berat yang menjadi lebih ringan, lebih tenang, dan stabil.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 458 kali sebagai silent breath
Tampilkan Ulasan (4)
Baca
+Pustaka
Wika Cahaya
Bagi para reader "d-grey sillhouette of love" karena bab awal unlock yg terlalu panjang hingga babnya jd malah, bisa langsung loncat ke bab 35... yang chapternya sudah lebih pendek. Thank for your support guys! Bless you all.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Matanya menyipit. Ada sesuatu yang keliru. Terlalu sunyi. Tidak terdengar langkah hewan roh. Tidak ada dengung serangga yang biasanya tertarik pada cahaya senja. Bahkan angin pun terasa enggan bergerak, seolah takut mengusik sesuatu yang sedang mengintai. “Keluar,” ucap Mei Shia. Suaranya datar dan dingin. Bayangan di antara batu-batu senja bergetar.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 631 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Bisikan Darah Beku

Bisikan Darah Beku

Lin Yuelian tidak tahu apa-apa saat lonceng darurat berbunyi. Ia sedang duduk bersila di sudut kamar murid tingkat rendah, mencoba mengikuti teknik pernapasan yang diajarkan Bai Shuqing malam sebelumnya. Nafas masuk. Nafas keluar. Jangan biarkan denyut itu naik. Jangan biarkan dingin menyebar. Tenang, Lian’er, suara lembut itu seperti datang dari air. Kita tidak sedang dikejar hari ini.
478 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Secret Night

Secret Night

serunya serak sambil menjambak rambutnya sendiri karena rasa sakit yang tak tertahankan. Dia berusaha untuk duduk, namun hal itu malah membuat keadaan semakin memburuk, denyut menyakitkan itu sungguh menyiksa. Di tengah rasa sakit sesuatu yang hangat mendekapnya, usapan lembut terasa di punggungnya membuat Ceysa merasa tenang meski rasa sakit itu sama sekali tidak mereda. “Kamu akan baik-baik saja, jangan panik, ambil nafas panjang dan keluarkan pelan-pelan.” Suara bariton yang parau dan berat memberinya arahan agar dirinya lebih tenang.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Dalam mantra yang dia gunakan, berubahlah Jaka menjadi seekor ular berbisa. "Kamu tidak akan pernah bisa kembali ke wujud manusiamu, sampai kamu bisa mencari cinta sejatimu. Jika, diusiamu yang ke 100 tahun kamu belum mendapatkannya, kamu akan mati." Penyihir itu memberikan makananan untuk Jaka yang langsung disantapnya. "Satu lagi hadiah untukmu. Kamu akan kembali ke wujud manusia, hanya pada saat bulan purnama."
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
BREATHLESS (Losing You)

BREATHLESS (Losing You)

Gadis itu ikut menoleh, membuat jarak diantara mereka hanya tinggal setengah jengkal jari. "Udah bangun ternyata," kata Cessa dengan senyuman manisnya. Hidung mereka hanya berjarak sepersekian senti. Bisa Aksa rasakan hembusan napas beraroma mint yang menguar di indera penciumannya. Mata Aksa memejam. Merasakan sapuan halus jemari lentik itu di wajahnya. Benar-benar menenangkan. Sekaligus, memabukkan.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status