Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

“Bukan inti. Lebih tepatnya, keheningan di antara dua nada.” Rhea menatap Naya dalam diam. “Kami mendengar panggilanmu. Apa yang kau ingin kami lakukan di sini?” Naya menatapnya lama sebelum menjawab, “Mendengarkan.” Keheningan menyelimuti mereka. Namun keheningan itu bukan kekosongan — di dalamnya ada denyut halus, seperti nafas lembut alam semesta. Rhea menutup mata dan merasakan tiap getaran itu memasuki tubuhnya, menyatu dengan jantungnya.
858 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Benih Cinta Dalam Ruang Direktur

Benih Cinta Dalam Ruang Direktur

Suara statis yang sesekali muncul dari panggilan itu berpadu dengan senandung rendah milik Ravin yang terdengar samar dari seberang, menciptakan irama menenangkan dan perlahan mengikis sisa kesadarannya. Jemarinya yang semula masih menggenggam ponsel mulai mengendur. Napasnya berangsur teratur, sementara pikirannya yang dipenuhi berbagai hal akhirnya perlahan mereda. Tak lama kemudian, ia benar-benar terlelap, membiarkan tubuhnya beristirahat. Besok masih menunggu dengan segala persoalannya, tetapi malam ini, Aneya membiarkan dirinya larut lebih dalam ke alam bawah sadarnya.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Satu Kali Lagi, Mas

Satu Kali Lagi, Mas

bisik Prana dekat telinganya. Sunyi mengambil alih kamar tidur beberapa saat. Hanya detak jarum jam dinding yang bergerak monoton memecah keheningan malam. Shanum membiarkan dirinya tenggelam dalam kehangatan dada Prana, meski pikirannya masih melayang memikirkan hari esok yang pasti jauh lebih berat.
1088.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Dalam Obsesi Sang Alpha: Aku Bukan Luna yang Terbuang

Dalam Obsesi Sang Alpha: Aku Bukan Luna yang Terbuang

Ia menarik napasnya dalam-dalam secara teratur, lalu sebuah suara dengungan lembut mulai keluar dari sela bibirnya yang mungil. Nada suara yang dihasilkan terdengar sangat rendah dan halus. Getaran suara itu mengalun lambat, hampir terdengar seperti sebuah nyanyian angin pagi yang melewati celah perbukitan. Tidak ada ledakan energi besar yang merusak sekitarnya. Tidak ada gelombang tekanan angin yang mengintimidasi mental orang lain dari tubuhnya. Yang ada hanyalah sebuah bentuk resonansi hangat yang menyebar secara perlahan ke seluruh penjuru padang bunga.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Terjebak Menjadi Istri Sang Bos

Terjebak Menjadi Istri Sang Bos

BPM: 90. Ketenangan ini adalah kemenangan kecil yang berdarah. Ia telah berhasil mendapatkan ruang gerak, sebuah celah di mana sinyal biometriknya tidak akan lagi mendeteksi gerakan halus atau pertemuan rahasia dalam jarak dekat.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

--- Dan sore itu, saat angin menyusuri jalan tanah yang lembab, ia membawa serta satu pesan: “Yang pulih bukan yang tercepat. Tapi yang diizinkan berhenti—tanpa dicurigai lemah.” --- Malam menyelimuti Teman Sunyi tanpa suara. Tidak terburu-buru. Tidak menuntut siapa pun untuk tidur tepat waktu. Hanya datang… sebagai ruang yang mengizinkan siapa pun untuk diam tanpa tekanan. --- Rhia menyalakan satu lilin kecil di dekat jendela. Cahayanya tak cukup untuk menerangi ruangan, tapi cukup untuk membuat satu hal tampak:
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
silhoute of love

silhoute of love

Dan dalam keheningan itu, sungai kembali tenang, seakan menelan seluruh kisah dan kesedihan yang pernah ada. ***
539 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

"Suara burung... hilang." Rakasura mengangguk. Ia sudah menyadarinya sejak satu jam yang lalu. Tidak ada kicauan burung, tidak ada suara serangga, bahkan angin pun seperti bertiup tanpa suara. "Ini normal?" Tirta berbisik, seakan takut suaranya akan mengganggu keheningan yang aneh itu. "Tidak," jawab Rakasura. "Kita sudah memasuki wilayah pengaruh Lembah Sunyi. Tempat di mana suara... diserap."
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kayden sama sekali tidak melonggarkan cengkeramannya. Wajah Nadia mulai memerah. Perasaan tercekik ini menimbulkan rasa takut terhadap kematian dalam hatinya. Dia berusaha meronta, tetapi tidak berguna. Tepat ketika dia sesak napas dan hampir pingsan, Kayden baru akhirnya melemparnya ke samping. Sebelum sempat pulih dari rasa sakit, Nadia sudah mendengar ucapan Kayden yang terdengar bagaikan suara iblis.
10.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pria Dewasa

Sentuhan Pria Dewasa

suaranya nyaris berbisik. Ia menunduk, memejamkan mata. Doa mengalir lirih dari bibirnya, patah-patah, bercampur dengan tarikan napas yang bergetar. Ia mendoakan ketenangan, ampunan, cahaya. Ia mendoakan dirinya sendiri, meski kata-kata itu hanya berputar di dalam hati.
1053.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status