Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

Saat belati itu memancarkan gelombang suara yang menekan jiwa para siluman, gerakan mereka berhenti sejenak, seolah siluman-siluman ini terjebak di dalam ruangan hampa. Ketika mereka terbebas dari pengaruh serangan mental, dua belati dengan putaran cepat sudah menembus jantung para siluman itu. “Meski hanya dua detik,” ucap Talang Mayan, “sudah lebih dari cukup untuk menghabisi 10 siluman.”
104.9K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as silent breath
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

tanyaku pada diri sendiri sebelum kembali menghela napas. “Tuhan, bantulah aku.” Aku berdoa dalam hati sambil memejamkan kedua mataku.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as silent breath
Read
+Library
Sihir Cinta Sang Rembulan

Sihir Cinta Sang Rembulan

Dia merasakan tubuhnya sangat lemas sekali, ada yang tidak dia lihat di depan cermin sekarang, dirinya yang ada di atas tempat tidur berwarna putih dengan cahaya putih yang mengelilingi dirinya. "Quesha bodoh, diri kamu ada di dalam cermin itu sudah terlihat jelas jika sedang tidur di depanku, tapi pikiran kamu terlalu luas untuk memikirkan aku sampai kamu ketakutan sendiri, aku memang memberikan mantra untuk membuat kamu tidak tenang seperti ini," ucapnya dengan senyum licik yang terlihat dari ujung bibirnya sedikit manarik ke dalam.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 154 Times as silent breath
Read
+Library
Sweet Chaos

Sweet Chaos

Walau bertemu di satu titik, tapi tak pernah sejalan. Sena membanting pintu dengan keras hingga Quin bisa mendengarnya. Quin yang sebenarnya sedang kalut, memilih untuk memejamkan mata, berharap bisa terlelap barang sebentar saja. Namun, hal itu jelas sulit, mengingat insomnia parah yang Quin derita sejak kecil.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as silent breath
Read
+Library
Kebisuan dalam Kedalaman Air

Kebisuan dalam Kedalaman Air

Jiwaku pun perlahan memudar, seiring dengan hilangnya kesadaran Yoga di detik terakhir. Di telingaku, hanya terdengar jeritan histeris Ayah dan Ibu yang merobek kalbu. Aku hanya berharap ... di kehidupan selanjutnya, aku bisa menjalani hidup yang baru dengan tenang dan bahagia.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as silent breath
Read
+Library
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Tidak pernah ada. Dia menarik napas dalam, bersiap untuk memulai meditasi malam ini— KRRK. Suara itu kecil. Sangat kecil, tidak lebih keras dari suara retak biji kopi yang dipatahkan di antara jari. Tapi di ruangan yang sunyi seperti ini, di malam yang tidak ada suara lain selain kota yang sudah turun ke frekuensi malam di luar jendela, suara sekecil itu terdengar dengan sangat jelas.
1030.9K viewsOngoingAdded to Library 647 Times as silent breath
Read
+Library
Pemuas Nafsu Kakak Tiri

Pemuas Nafsu Kakak Tiri

Kesunyian di dalam kamar terasa tebal, hanya diisi suara napasnya sendiri dan detak jam yang berdetak tanpa belas kasihan. Dari speaker kecil di sudut ruangan, suara di luar terdengar samar. Pembawa acara. Lantunan ayat suci. Doa-doa yang melayang di udara. Hingga akhirnya, suasana mendadak hening saat penghulu mulai berbicara. Jantung Alya seakan berhenti berdetak. Tangannya meremas tisu hingga kusut. Telapak tangannya dingin, meski keringat dingin justru membasahi punggungnya. Ia menunduk, memejamkan mata, mencoba menenangkan diri.
10118.0K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as silent breath
Read
+Library
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

desah Wulan saat tentakel di mulutnya bergerak mundur, membiarkannya bicara dengan napas tersengal. "Aku ingin merasakan bentuk aslimu. Semuanya." Mata siluman itu berkilat, pupilnya yang vertikal memanjang di dalam iris kuning pucat. "Kau memang tidak biasa. Bukannya takut, malah...?" "Aku ingin," bisik Wulan, lidahnya menjilat lendir yang menempel di bibir. "Tunjukkan padaku, seberapa dalam kegelapan yang kau miliki."
5.8K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as silent breath
Read
+Library
Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Di Hutan Brentwood, suasana sunyi senyap. Di bawah pohon pinus tua yang menjulang tinggi, Ryan Wayne bermandikan cahaya bintang, duduk bersila dalam posisi meditasi. Dia terlihat seperti biksu tua yang tengah melakukan semedi yang mendalam. Untaian-untaian panjang energi spiritual putih berkumpul dari segala arah, membuat cabang-cabang pohon di atas kepalanya berdesir dan bergoyang lembut. Energi itu mengalir seperti air terjun yang tak terlihat, dengan penuh semangat masuk ke dalam tubuhnya.
9.674.6K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as silent breath
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

*** Nina mengerjap, mengusap wajahnya dengan kasar. “Ya Tuhan ... mimpi itu lagi.” Lirih sekali suara Nina dalam berucap. Iya, dirinya baru saja terbangun dari tidurnya. Bukan sungguhan ia bertemu dengan Kafta karena ternyata semua hanya mimpi indah yang terus berulang dalam tidurnya. Kafta selalu terlihat begitu nyata, tapi semua hanya ilusi semata.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as silent breath
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status