Om Tom, Kekasih Gelapku
Mereka mengangguk dan aku segera meninggalkan ruang tamu, melangkah masuk ke dalam kamar dan tubuhku bersandar di pintu, nafasku rasanya putus-putus dan dadaku naik turun, berdegup kencang, tanganku terasa berkeringat.
Aku segera mengumpulkan buku-buku yang aku perlukan dan kumasukkan ke dalam ransel, lalu mataku terpaku pada buku sketsa yang terbuka di atas meja, jelas sekali gambar wajah yang baru saja aku selesaikan.
Jemariku menyentuh lembut kertas yang diisi oleh gambar wajah dia, berkacamata, rambut tebal, dan bulu-bulu tipis di area wajahnya.