Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bayi Telantar di Rumah Sakit

Bayi Telantar di Rumah Sakit

Di sepanjang jalan yang dilalui, Meidina merasa orang-orang yang ditemuinya di jalan melihatnya dengan tatapan iba. Meidina merasa risih dan mencoba cuek tidak memedulikan pandangan orang di sekitarnya. Dengan semangat ia memunguti gelas, botol dan kardus yang sudah di buang di pinggir jalan dan juga mengorek tong sampah. Tak ia pedulikan lagi aroma busuk menyengat yang menguar dari tempat sampah yang dikoreknya. Meidina tetap fokus mengais-ngais sampah berharap menemukan sesuatu yang bisa diambil dan dijual.
3.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 76 Beses bilang sketsa sampah berserakan
Read
+Library
Dinikahi Juragan Sayur Milyuner

Dinikahi Juragan Sayur Milyuner

Ia menangis menjerit-jerit duduk di tanah dengan memukuli kedua pahanya seperti anak kecil yang tantrum, guling-guling karena keinginannya tidak dituruti. Teriakan Siska membuat Bu Maisarah tanpa sadar mengeluarkan air mata. Begitu tersadar, pipinya sudah basah saat melihat pemandangan yang ada di sekelilingnya saat ini. Sebuah tempat pembuangan sampah yang menumpuk dengan gunung-gunung kecil. Bau busuk yang menyengat, lalat-lalat yang beterbangan, dan hanya semak-semak belukar yang ada di kedua sisi jalan.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 76 Beses bilang sketsa sampah berserakan
Read
+Library
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Aarav yang melihat kearah Sampah yang ia kumpulkan. “Ahhh baiklah aku akan membuangnya.” Ujar Bora, lalu Bora berjalan perlahan kearah Sampah yang sudah Aarav bereskan. Bora keluar dari Studio Lukis, dan Saat itu Bora terus berjalan menuju ke tempat pembuangan sampah, saat sudah sedikit berjalan jauh dari Studio Lukis, Bora langsung jongkok sambil memegang Pelastik sampah. “Astaga Mengapa aku jadi tidak bisa berjalan seperti ini. Kenapa Panas sekali.” Ujar Bora
105.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 172 Beses bilang sketsa sampah berserakan
Read
+Library
Aku Bukan Sampah

Aku Bukan Sampah

Dia duduk di meja yang berseberangan dengan meja Yoga dan teman-temannya. Alice yang menyadari bahwa ada Yoga disana timbul keinginan untuk menghina habis-habisan Yoga. Bagaimanapun dia begitu membencinya. “Mungkin itu bau sampah yang berada disebelah kita” Alice menjawab Yuli sambil melirik ke Yoga. “ Oh iya...kamu benar Alice...ternyata ada sampah yang duduk di sebelah kita...benar-benar pria tak berguna” Yuli tertawa setelah mengatakannya.
9.517.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 596 Beses bilang sketsa sampah berserakan
Read
+Library
Bersyukur Memilikimu

Bersyukur Memilikimu

Lexsa tersenyum manis pada keduanya lalu menyuruhnya untuk mengambil sampahnya kembali "Saya dan temen saya sedang membersihkan, tapi mbaknya tadi buang kulinya snacknya sembarangan, jadi saya mohon, tolong pungut sampah anda kembali." Lexsa masih tersenyum manis oada keduanya. Tapi apa yang mereka balas, keduanya malah tertawa kecil terutama cewek berambut panjang, ia seakan akan malah meremehkan ucapan Lexsa
27.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 201 Beses bilang sketsa sampah berserakan
Read
+Library
REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

Pandangan Bima mengikuti gerak tanganku hingga kulemparkan bola kertas tersebut pada tong sampah di dekat meja. “Bukankah itu tempat yang tepat untuk sampah kertas tadi?” tanyaku sarkas. “Dia pantas berada di sana daripada tetap disimpan tanpa manfaat dan aku … tidak akan memungut sampah yang sudah kubuang.”
1019.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 780 Beses bilang sketsa sampah berserakan
Read
+Library
CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

Senyum Akash lebar melihat tingkah wanitanya. Dia memeriksa isi tas laptop Gista. Senyum di wajah Akash sedikit menghilang saat melihat serpihan sampah di dalam tas. “Dasar ceroboh. Buang sampah kenapa di dalam sini?” Akash meraih robekan-robekan kertas di dalam tas dan baru menyadari itu adalah kertas foto. Kening Akash berkerut melihat sesuatu yang tidak asing darinya. Lalu ekspresinya berubah mengerikan setelah menyadari robekan apa yang ada di dalam tas Gista.
1031.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 762 Beses bilang sketsa sampah berserakan
Read
+Library
Pacarku, Artis

Pacarku, Artis

Rangkaian foto berantai itu mulai terasa semakin serius. “Nggak ada itu!” bela Jessica sambil merapikan rambutnya. Tidak ada yang boleh tahu tentang foto berantai itu. Jika Joe tahu pasti ke pria itu semakin heboh. “Baru tadi aja kejadian, mereka seenaknya aja lempar-lempar sampah ke kamu, emang kamu siapa, sampe kamu bisa dileparin sampah seperti itu? Semua cuma gara-gara kamu berhubungan dengan artis gak jelas itu.”
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang sketsa sampah berserakan
Read
+Library
BUKAN MENANTU KAMPUNGAN

BUKAN MENANTU KAMPUNGAN

Bahkan tempat sampah pun penuh dengan snack-snack, botol minuman kemasan, yang tidak dibuang ke luar rumah. Aku hanya menghela napas. Aku mungkin terkena penyakit anti jorok. Selelah apapun, aku tidak suka sesuatu yang merusak pemandangan apalagi area dapur. Karena dapur yang kotor bisa mendatangkan tikus, kecoa, semut, bahkan lalat. Aku jijik semuanya itu.
9.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 230 Beses bilang sketsa sampah berserakan
Read
+Library
Love, Lies, and The Price of Desire

Love, Lies, and The Price of Desire

Aroma campuran sampah organik dan karton basah menyerang indera penciumannya. Setelah memastikan kesendiriannya, ia meletakkan bungkusan itu di bawah beberapa wadah makanan yang dibuang dan cangkir kopi kosong, memposisikannya sedemikian rupa agar mudah ditemukan namun tidak terlalu mencolok, dan kembali duduk.
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 33 Beses bilang sketsa sampah berserakan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status