Rahasia Malam Itu
Tidak ada aroma alkohol, hanya ampas kopi yang sudah dingin, tapi ketegangan di udara jauh lebih memabukkan dari itu.
“Jam berapa sekarang?” suara Bram tenang, tapi nyaris tanpa intonasi.
“Sedikit lewat tengah malam,” jawab Anetta datar, menutup pintu pelan.
Keheningan menggantung.
Detik jam di dinding terdengar lebih nyaring dari biasanya. Anetta melangkah ke dalam, mencoba menahan napas agar tak terlalu berisik.
Bram mengawasi setiap gerakan Anetta dengan pandangan yang sulit dibaca, dingin, tapi menyimpan sesuatu yang menekan dari balik permukaannya.
Hot Chapters