BATARI
Victor baru saja kehilangan akal sehatnya, dan itu membuat Batari Puas.
Ia keluar dengan senyum tipis, meninggalkan Victor dengan nafas yang masih memburu.
Namun, kemenangan kecil itu menguap saat Batari masuk ke dalam mobil. Sebuah notifikasi video masuk ke ponselnya.
Dunia seakan berhenti berputar. Di layar ponsel, ia melihat Isabel terikat di sebuah kursi kayu, matanya kosong dan tubuhnya gemetar ketakutan. Batari meraung, sebuah jeritan pilu yang membuat Freya langsung membanting setir ke tepi jalan. Napas Batari tersengal, amarah dan ketakutan berperang di dadanya. Sebuah pesan teks menyusul: sebuah alamat rumah tua di pinggiran kota, dengan perintah mutlak—Datang sendirian.
Hot Chapters