Rahim yang Tergadai
Galen pun, meski masih diselimuti kebingungan, membiarkan dirinya tenggelam dalam kehangatan itu.
Tiba-tiba, langkah kaki yang mendekat membuat mereka berdua menoleh. Sosok Gala berdiri di sana, wajahnya tampak bergetar melihat pemandangan mengharukan di depannya. Ada haru yang tertahan dalam matanya, sesuatu yang selama ini juga dia kubur dalam-dalam.
"Galen ...." Gala berbisik, suaranya berat oleh emosi. Perlahan, dia mendekat, tangannya terangkat ragu. "Nak, kamu adalah putraku..."
Hot Chapters