Wonderstruck
Oh ya, jangan lupakan fakta kalau aku sudah menjadi istri Marco, pria yang menurutku terbaik untukku.
“Selamat siang,” seseorang menyapaku. Suara asing itu membuatku berbalik. Aku berhadapan dengan gadis muda yang kemungkinan besar baru berusia dua puluh tahun. Gadis ini pasti cantik sekali andai tak berwajah pucat dan murung, seolah semua kesenangan di dunia ini tak lagi menarik baginya. Rambutnya hanya tumbuh sepanjang tiga sentimeter, kemungkinan besar baru dicukur habis. Entah mengapa, gadis ini mengingatkanku pada Sonya.
“Halo, selamat siang.” Aku buru-buru bergerak maju. Gadis di depanku ini sedang meremas jari-jemarinya dengan gugup. “Namaku Nefertiti. Ada yang bisa kubantu?”